Redaksi88.com, Labuan Bajo, 22 September 2025 – Indonesia Financial Group (IFG), Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia, memastikan IFG Labuan Bajo Marathon 2025 tidak diselenggarakan.
Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.
Gunung tersebut dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan intensitas tinggi hingga berstatus level IV atau awas.
Sepanjang 2025, Gunung Lewotobi tercatat telah beberapa kali erupsi dengan lontaran abu yang mengganggu kesehatan masyarakat dan keselamatan penerbangan. Sejak Januari 2025, setidaknya terjadi 62 kali letusan.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Masih Terus Berulang hingga Jadi KLB, Begini Jawaban Konsisten Kepala BGN
Bahkan pada 22 September 2025, dalam periode enam jam, pengamatan kegempaan mencatat 31 kali gempa letusan atau erupsi dengan durasi 50 hingga 206 detik.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menilai kondisi tersebut menimbulkan risiko besar bagi kelancaran perjalanan peserta, panitia, maupun masyarakat menuju Labuan Bajo.
“Keselamatan peserta, panitia, dan masyarakat adalah prioritas utama bagi IFG. Dengan kondisi alam yang masih berisiko, kami menilai penyelenggaraan tahun ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di Labuan Bajo,” tutur Denny.
IFG menilai pengalaman pada November 2024 lalu menjadi pelajaran berharga, ketika erupsi Lewotobi menyebabkan penutupan Bandara Komodo.
Banyak peserta maraton kala itu terpaksa menunda kepulangan hingga beberapa hari dan sebagian harus menggunakan jalur darat dan laut untuk meninggalkan Labuan Bajo, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
Sejak pertama kali digelar pada 2022, IFG Labuan Bajo Marathon 2025 hadir sejalan dengan visi pemerintah untuk menggerakkan perekonomian daerah, khususnya melalui sektor pariwisata di wilayah Destinasi Super Prioritas Pemerintah.
Ajang ini terbukti memberi dampak nyata, di mana pada penyelenggaraan 2024 sukses menghadirkan kurang lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, sebanyak 31 pelari internasional juga ikut meramaikan ajang tersebut, berasal dari Kenya, Australia, Prancis, Italia, hingga Malaysia.
Artikel Terkait
Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Menkeu Purbaya Dikecam DPR: Warga Masih Banyak yang Kena PHK
Sempat Heboh 6 Pos Polisi di Jogja-Sleman Dilempar Bom Molotov, Motif Pelaku Diduga Ikut-Ikutan Tren di Medsos
Telisik Tuntutan Aksi 'Blokir Semuanya' yang Guncang Prancis, dari Kemelut Pajak hingga Penolakan PM Loyalis Macron
Dunia Berduka atas Kematian Charlie Kirk: Trump Sebut Momen Gelap Bagi Amerika, Kanada hingga Italia Justru Ingatkan Sinyal Bahaya
64 Anak Terjerat Hukum Usai Demo Ricuh di Jatim, Emil Dardak: Konsepnya Bukan Sekadar Menghukum, tapi Membina