Redaksi88.com – Proses evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, masih terus berlanjut.
Sebelumnya diketahui, bangunan musala tiga lantai Ponpes Al Khoziny tersebut ambruk pada Senin, 29 September 2025, saat para santri sedang melaksanakan ibadah salat Ashar.
Sejak Kamis siang, 2 Oktober 2025, tim penyelamat mulai menggunakan alat berat, termasuk crane, untuk mengangkat puing berukuran besar.
Kini, evakuasi dilanjutkan dengan excavator breaker guna memecah beton bangunan untuk proses penyelamatan.
Korban: 10 Meninggal, 103 Selamat
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, melaporkan bahwa hingga Jumat, 3 Oktober 2025, tim berhasil mengevakuasi 5 korban meninggal dunia.
“Kalau dijumlahkan, seluruh korban yang ditemukan ada 113, terdiri dari 10 meninggal dunia dan 103 dalam kondisi selamat,” ujar Nanang kepada awak media, Jumat, 3 Oktober 2025.
Mengenai identitasnya, Nanang belum bisa memastikan apakah semua korban meninggal dunia adalah santri di pondok tersebut.
“Belum teridentifikasi ya, nama-namanya menunggu setelah identifikasi selesai,” imbuhnya.
Baca Juga: VIVO dan APR Batal Beli BBM, Pertamina Tegaskan Kandungan Etanol 3,5 Persen Sesuai Standar Global
Estimasi Proses Evakuasi Korban
Terkait kelanjutan evakuasi korban, Nanang memperkirakan sampai hari ini progresnya telah mencapai setengah jalan atau 50 persen.
“Kalau memang kami lihat dari perhitungan secara matematis, tentunya mungkin sampai sore besok atau hari Minggu,” tuturnya.
Ia menambahkan, proses pembongkaran puing dilakukan bersamaan dengan pencarian korban.
“Dalam proses pembongkaran itu, kami juga sambil ya kalau memang ada posisi aman untuk pencarian di sisi yang lain, akan kami lakukan juga. Jadi, kalau terlihat korban meskipun kondisinya masih terjepit, akan kami laksanakan proses evakuasi juga,” terangnya.
Artikel Terkait
Update Pencarian Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny: 66 Santri Diduga Terjebak, Tim SAR Masuk Celah Reruntuhan
Kebijakan Penghapusan Tunggakan Iuran BPJS Kesehataan: Solusi untuk Rakyat atau Beban Baru Negara?
Radiasi Cs-137 di Cikande: Status Zona Khusus Ditetapkan, 1.500 Lebih Orang Jalani Pemeriksaan
Alasan Dibalik Pembekuan Izin TikTok: Dari Polemik Data Live Streaming hingga Risiko Penyalahgunaan Fitur
VIVO dan APR Batal Beli BBM, Pertamina Tegaskan Kandungan Etanol 3,5 Persen Sesuai Standar Global