Redaksi88.com – Duka mendalam tengah menyelimuti Tanah Air usai insiden ambruknya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin, 29 September 2025 lalu.
Peristiwa tragis itu terjadi pada saat para santri melaksanakan Salat Ashar berjemaah. Kejadian ini menelan korban jiwa dan memicu kepanikan di kalangan keluarga serta masyarakat sekitar.
Hingga Kamis, 2 Oktober 2025, puluhan santri dilaporkan masih belum ditemukan di balik reruntuhan bangunan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan terdapat 5 korban selamat dalam proses pencarian terkini.
“Sebanyak lima orang berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan pers di Sidoarjo, Kamis, 2 Oktober 2025.
Upaya penyelamatan masih terus dilakukan. Tim gabungan search and rescue (SAR) harus menghadapi medan sulit dengan celah sempit reruntuhan yang dinilai membahayakan, sehingga setiap langkah pencarian membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Dugaan 66 Santri Terjebak Reruntuhan
Data sementara yang terpampang di posko gabungan menunjukkan adanya 66 nama santri yang diduga masih belum ditemukan.
Informasi tersebut juga beredar di media sosial. Namun, pihak Ponpes Al Khoziny belum dapat memastikan kebenaran data tersebut.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan bahwa daftar nama itu memang memiliki keterkaitan dengan pihak pesantren.
“Data itu bersumber dari absensi internal pondok maupun laporan keluarga, tapi kami masih memastikan kebenarannya,” jelas Yudhi di lokasi kejadian pada hari yang sama.
Penemuan Korban Selamat dan Meninggal
Sehari sebelumnya, pada Rabu, 1 Oktober 2025, Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan lima santri, meski salah satunya dalam kondisi kritis.
Artikel Terkait
Aduan BGN dan BPOM ke DPR: Klaim Biang Keladi Keracunan MBG Berasal dari SPPG Tak Patuh SOP
Kolaborasi Gagal, VIVO dan APR Batal Beli BBM Pertamina: Kandungan Etanol 3,5 Persen Jadi Alasan Mundur
Wakil Ketua Komisi IX DPR Cecar BGN, Charles Honoris: Bukan Dibatasi, UPF Harus Hilang dari Menu MBG
Cerita Pilu Kakak Tolong Adik dari Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidaorjo, Nahas Sang Adik Jadi Korban Tewas
Keluh-kesah Mahfud MD usai Cucunya Jadi Korban Keracunan MBG: Ingatkan Kasus Ini Bukan soal Angka, tapi Nyawa Manusia