Keluh-kesah Mahfud MD usai Cucunya Jadi Korban Keracunan MBG: Ingatkan Kasus Ini Bukan soal Angka, tapi Nyawa Manusia

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 15:52 WIB
Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ceritakan kasus cucunya yang dikabarkan keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah.  (Tangkapan layar YouTube/Mahfud MD Official)
Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ceritakan kasus cucunya yang dikabarkan keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah. (Tangkapan layar YouTube/Mahfud MD Official)

Redaksi88.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini tengah menjadi sorotan sebagian publik menyusul maraknya kasus keracunan massal yang terjadi belakangan ini.

Salah satu contoh yang menarik perhatian datang dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD

Mahfud secara terbuka menceritakan bahwa cucunya ikut menjadi korban keracunan makanan dari program MBG di sekolah.

Melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada Rabu, 1 Oktober 2025, Mahfud mengungkapkan bahwa dua cucunya yang bersekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami muntah-muntah setelah menyantap menu MBG.

Baca Juga: Detik-detik Mencekam Insiden Gempa Dahsyat di Filipina, Jeritan Warga Mindanao di Tengah Guncangan 6,9 M

Salah seorang cucunya bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama empat hari. Kisah ini sontak memicu keprihatinan publik terhadap lemahnya standar kualitas dalam distribusi makanan MBG. Begini keluh kesahnya:

Mahfud MD: Satu Kelas, 8 Orang Muntah-muntah

Dalam pernyataannya, Mahfud menyampaikan bahwa cucunya tidak sendirian mengalami keracunan, melainkan bersama sejumlah siswa lain di kelas yang sama.

“Cucu keponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan. Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ujarnya.

Mahfud lalu menuturkan, salah satu cucunya hanya dirawat di rumah, sementara cucu lainnya harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Cerita Pilu Kakak Tolong Adik dari Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidaorjo, Nahas Sang Adik Jadi Korban Tewas

Pengalaman tersebut membuat Mahfud semakin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Bukan soal Angka, tapi Nyawa

Mahfud menekankan, kendati jumlah korban terlihat kecil dibandingkan total penerima manfaat, keselamatan anak-anak tidak boleh dipandang sebatas angka statistik.

Baginya, persoalan ini menyangkut nyawa manusia, sehingga pemerintah wajib menjadikannya prioritas utama.

“Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan. Jadi bukan persoalan angka,” tegas Mahfud.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X