Redaksi88.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini tengah menjadi sorotan sebagian publik menyusul maraknya kasus keracunan massal yang terjadi belakangan ini.
Salah satu contoh yang menarik perhatian datang dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
Mahfud secara terbuka menceritakan bahwa cucunya ikut menjadi korban keracunan makanan dari program MBG di sekolah.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada Rabu, 1 Oktober 2025, Mahfud mengungkapkan bahwa dua cucunya yang bersekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami muntah-muntah setelah menyantap menu MBG.
Salah seorang cucunya bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama empat hari. Kisah ini sontak memicu keprihatinan publik terhadap lemahnya standar kualitas dalam distribusi makanan MBG. Begini keluh kesahnya:
Mahfud MD: Satu Kelas, 8 Orang Muntah-muntah
Dalam pernyataannya, Mahfud menyampaikan bahwa cucunya tidak sendirian mengalami keracunan, melainkan bersama sejumlah siswa lain di kelas yang sama.
“Cucu keponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan. Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ujarnya.
Mahfud lalu menuturkan, salah satu cucunya hanya dirawat di rumah, sementara cucu lainnya harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
Pengalaman tersebut membuat Mahfud semakin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
Bukan soal Angka, tapi Nyawa
Mahfud menekankan, kendati jumlah korban terlihat kecil dibandingkan total penerima manfaat, keselamatan anak-anak tidak boleh dipandang sebatas angka statistik.
Baginya, persoalan ini menyangkut nyawa manusia, sehingga pemerintah wajib menjadikannya prioritas utama.
“Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan. Jadi bukan persoalan angka,” tegas Mahfud.
Artikel Terkait
Soal Guru Dapat Insentif Rp100 Ribu per Hari, Rupanya Ada Sederet Kader MBG Lainnya yang Ikut Bantu Distribusi
Aduan BGN dan BPOM ke DPR: Klaim Biang Keladi Keracunan MBG Berasal dari SPPG Tak Patuh SOP
Kolaborasi Gagal, VIVO dan APR Batal Beli BBM Pertamina: Kandungan Etanol 3,5 Persen Jadi Alasan Mundur
Wakil Ketua Komisi IX DPR Cecar BGN, Charles Honoris: Bukan Dibatasi, UPF Harus Hilang dari Menu MBG
Cerita Pilu Kakak Tolong Adik dari Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidaorjo, Nahas Sang Adik Jadi Korban Tewas