REDAKSI88.com - Di bawah langit pagi Jakarta yang dipenuhi deru pesawat tempur dan kibaran Sang Saka Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu, 5 Oktober 2025.
Ribuan prajurit dari tiga matra hadir dalam formasi kehormatan, sementara parade dan defile alutsista menjadi simbol kekuatan bangsa.
Dalam suasana khidmat dan heroik itu, Presiden Prabowo menyampaikan amanat penuh makna, menegaskan arah baru TNI di tengah kemajuan teknologi dan perubahan global yang kian cepat.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ungkap Pesan Prabowo usai Bertemu Jokowi Selama 2 Jam
Menjaga Kekayaan Alam untuk Kesejahteraan Rakyat
Dalam amanatnya pada HUT ke 80 TNI, Presiden Prabowo menekankan bahwa TNI tidak hanya menjadi penjaga kedaulatan, tetapi juga garda depan dalam melindungi kekayaan alam Indonesia.
Menurutnya, sumber daya alam yang melimpah merupakan modal utama bangsa dalam menghapus kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“TNI harus bantu pemerintah daerah dan pusat menjaga kekayaan kita. Kekayaan kita harus diselamatkan, dikelola dengan baik, untuk menghapus kemiskinan dari bangsa Indonesia,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan, TNI perlu berperan aktif dalam penegakan hukum guna mencegah penyalahgunaan sumber daya nasional.
Baca Juga: Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Cermin Ironi Nilai Antikorupsi yang Pernah Dijunjung Nadiem Makarim
Adaptasi Teknologi dan Pembaruan Organisasi
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kemampuan TNI beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dan perubahan zaman.
Ia memerintahkan Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan untuk terus mengkaji struktur organisasi serta melakukan pembaruan bila diperlukan.
“Kaji terus perkembangan teknologi dan sains. Bila perlu, organisasi yang usang diganti dengan organisasi yang tepat untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.
Menurut Presiden, pembaruan dan efisiensi organisasi menjadi kunci agar TNI tetap relevan menghadapi tantangan pertahanan masa depan.
Kuasai Teknologi Siber dan Kecerdasan Buatan
Prabowo menilai era peperangan modern kini tidak hanya terjadi di darat, laut, dan udara, tetapi juga di dunia maya.
Artikel Terkait
Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande: Telisik Akar Masalah demi Jawab Keresahan Warga
Kisah Haru Korban Selamat dari Ambruknya Beton Ponpes Al Khoziny: Salat di Bawah Puing, Mengira Hanya Tertidur Pulas
Praperadilan Panas Nadiem Makarim: dari Dukungan 12 Tokoh hingga Blunder Kerugian Rp1,98 Triliun
Sentilan Menkeu Purbaya soal Malas-malasan Bangun Kilang Minyak, Menteri ESDM Bahlil hingga Pertamina Buka Suara
Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Cermin Ironi Nilai Antikorupsi yang Pernah Dijunjung Nadiem Makarim
Menhan Sjafrie Ungkap Pesan Prabowo usai Bertemu Jokowi Selama 2 Jam