Karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi siber dan kecerdasan buatan (AI) bagi TNI.
“Ikuti perkembangan teknologi, siber, dan kecerdasan buatan. Jangan ketinggalan. Jangan berhenti belajar, jangan berhenti berlatih,” kata Presiden.
Regenerasi Berdasarkan Prestasi, Bukan Senioritas
Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI harus mengutamakan prestasi, kompetensi, dan pengabdian — bukan sekadar faktor senioritas.
“Yang penting adalah prestasi, pengabdian, dan cinta tanah air. Kepemimpinan di TNI harus menjadi teladan, tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten,” ujarnya mantap.
Apresiasi untuk Keluarga Prajurit
Menutup amanatnya, Presiden menyampaikan penghargaan kepada para istri dan anak prajurit yang dengan tabah mendukung tugas suami atau ayah mereka di berbagai medan penugasan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada istri-istri dan anak-anak para prajurit yang dengan tabah mendukung suami dan ayahnya di tempat berbahaya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi keluarga besar TNI,” tutur Prabowo.***
Artikel Terkait
Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande: Telisik Akar Masalah demi Jawab Keresahan Warga
Kisah Haru Korban Selamat dari Ambruknya Beton Ponpes Al Khoziny: Salat di Bawah Puing, Mengira Hanya Tertidur Pulas
Praperadilan Panas Nadiem Makarim: dari Dukungan 12 Tokoh hingga Blunder Kerugian Rp1,98 Triliun
Sentilan Menkeu Purbaya soal Malas-malasan Bangun Kilang Minyak, Menteri ESDM Bahlil hingga Pertamina Buka Suara
Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Cermin Ironi Nilai Antikorupsi yang Pernah Dijunjung Nadiem Makarim
Menhan Sjafrie Ungkap Pesan Prabowo usai Bertemu Jokowi Selama 2 Jam