Redaksi88.com – Proyek family office yang digagas Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, kini dipastikan tidak dapat jatah alokasi anggaran dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya memastikan bahwa pihaknya tidak akan mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek yang pertama kali digulirkan Luhut pada era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Menurut Purbaya, penggunaan APBN untuk membiayai proyek family office tidak sesuai dengan prioritas nasional dan dinilai kurang tepat secara kebijakan fiskal.
Baca Juga: Trump Puji Prabowo di KTT Mesir: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
“Saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya enggak akan alihkan ke sana,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.
Purbaya menyebut, pemerintah harus memastikan setiap rupiah dari anggaran negara digunakan secara efisien, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan potensi penyimpangan.
“Saya fokus, kalau kasih anggaran tepat, nanti pas pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran dan nggak ada yang bocor, itu saja,” imbuhnya.
Di samping itu, penolakan Purbaya sekaligus menandai berakhirnya dukungan pemerintah terhadap proyek ambisius yang sebelumnya digadang-gadang menjadi magnet investasi baru di Indonesia.
Lantas, bagaimana sebenarnya proyek family office yang sempat diusung Luhut Pandjaitan itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Gagasan yang Lahir di era Jokowi
Usut punya usut, family office pertama kali dicetuskan oleh Luhut Binsar Pandjaitan pada Mei 2024 ketika dirinya masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di masa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Kala itu, Luhut menilai proyek tersebut bisa menjadi wadah pengelolaan kekayaan bagi konglomerat domestik maupun internasional.
Luhut bahkan tak segan menyebut Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi sebagai contoh sukses terkait cerminan family office.
Baca Juga: Vivo Pad 5e Resmi Diluncurkan di Tiongkok, Usung Snapdragon 8s Gen 3 dan Harga Mulai Rp4,6 Juta
Artikel Terkait
Sidang Praperadilan Nadiem Makarim, Hotman Paris Bawa Hasil Audit BPKP dan Klaim Tak Ada Kerugian Negara
BGN Gandeng 5.000 Chef Profesional untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Isu Keamanan Pangan
Menkeu Purbaya Akui Belum Ada Pembahasan soal Penggunaan APBN untuk Pembangunan Ponpes Al Khoziny
Polemik Kekosongan Stok BBM di SPBU Swasta Munculkan Isu Pemerintah Jegal Investasi, Begini Kata Bahlil
Gebrakan Menkeu Purbaya: Sidak Mendadak hingga Kanal Aduan WhatsApp untuk Bersihkan Oknum Pajak dan Bea Cukai