REDAKSI88.com – Sebanyak 13 orang tewas dalam insiden ledakan amunisi milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Korban termasuk empat anggota TNI.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana mengonfirmasi tragedi tersebut dalam konferensi pers, Senin siang.
Ia menjelaskan, ledakan terjadi saat tim melaksanakan pemusnahan amunisi tak layak pakai yang digelar Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI AD.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Distributor Tunggal LPG dan Pupuk Bersubsidi di Desa
Menurut Wahyu, kegiatan pemusnahan dimulai pukul 09.30 WIB setelah pengecekan prosedur keamanan personel dan lokasi. "Semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," tegasnya.
Tim menyiapkan dua lubang sumur untuk menghancurkan amunisi. "Peledakan di dua sumur berjalan sempurna dalam kondisi aman," ujarnya.
Namun, saat mempersiapkan lubang ketiga untuk pemusnahan detonator sisa, ledakan terjadi secara tiba-tiba.
Baca Juga: Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI Dipantau Kak Seto: Begini Kata Ketua LPAI
"Saat tim menyusun detonator di lubang ketiga, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," papar Wahyu.
Insiden itu menewaskan 13 orang, termasuk personel dan warga sipil yang terlibat dalam operasi.
Pihak TNI AD sedang menyelidiki penyebab ledakan spontan tersebut. Pemusnahan amunisi telah dihentikan sementara, dan evakuasi korban telah dilakukan.***