REDAKSI88.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, membantah bahwa penundaan Kongres PDI-P terkait dengan penangkapan Sekjen partai, Hasto Kristiyanto, oleh KPK dalam kasus pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku.
Ganjar menegaskan bahwa jadwal kongres tidak ada kaitannya dengan masalah hukum yang dihadapi Hasto.
"Enggak, itu tidak ada hubungannya juga," tegas Ganjar saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa keputusan pelaksanaan kongres sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.
"Nanti akan ditentukan sendiri oleh Ketua Umum," ujar mantan Gubernur Jawa Tengah yang juga Capres 2024 itu.
Sebelumnya, Kongres PDI-P dikabarkan hanya akan mengagendakan pengukuhan kembali Megawati sebagai ketua umum.
Baca Juga: Dari Oposisi ke Kolaborasi? PDIP Ungkap Sinyal Mengejutkan untuk Pemerintah Prabowo
"Jadi kongres itu lebih banyak soal, nanti kongres kan tinggal mengukuhkan saja ya. Mengukuhkan Ibu Mega," kata Ketua DPP PDI-P, Djarot Saiful Hidayat, Kamis (8/5/2025).
Djarot menekankan bahwa dukungan internal partai terhadap Megawati tetap kuat. "PDI-P solid. Sangat solid. Tinggal pengukuhan Ibu jadi ketua umum," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI-P DPR RI, Utut Adianto, menyebut belum ada tanda-tanda kongres akan digelar Juni 2025.
"Dugaan (belum), dugaan itu berdasarkan hitungan. Ya, saya enggak bisa ngomong. Tapi, kalau Juni, dugaan saya belum," ujarnya, Rabu (14/5/2025).
Menurut Utut, jadwal kongres sepenuhnya bergantung pada keputusan Megawati. Meski belum ada kepastian, mayoritas kader PDI-P tetap mendukung Megawati untuk memimpin kembali.