DPR Geram! Minta Polri dan Kominfo Bubarkan Grup Facebook 'Fantasi Sedarah'

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi media sosial Facebook - muncul grup FB yang viral karena membahas inses.  (Unsplash/Dawid Sokolowski)
Ilustrasi media sosial Facebook - muncul grup FB yang viral karena membahas inses. (Unsplash/Dawid Sokolowski)

REDAKSI88.com – Komisi III DPR RI mendesak Kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menindak tegas grup Facebook berjudul 'Fantasi Sedarah' yang kini viral di media sosial.

Grup dengan lebih dari 30 ribu anggota itu memicu kecaman karena berisi konten inses dan fantasi seksual menyimpang.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa grup tersebut tidak hanya melanggar norma sosial tetapi juga berpotensi memicu kejahatan seksual.

Baca Juga: DPR Minta Penjelasan Tegas Soal Keterlibatan TNI dalam Pengamanan Kejaksaan

"Ini sangat menjijikkan, karenanya saya minta Polisi dan Kominfo telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut," tegas Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/5/2025).

Grup 'Fantasi Sedarah' menjadi sorotan setelah tangkapan layar percakapan anggota yang saling berbagi cerita inses tersebar luas di platform X (Twitter) dan Instagram.

Meski kontennya terlihat tidak wajar, grup tersebut masih aktif dengan ribuan anggota.

Baca Juga: Praktik Pungli Merajalela: Preman Pasar Kramat Jati Raup Rp225 Juta perbulan, Kapan Ditindak?

Sahroni memperingatkan bahwa fantasi yang dibagikan di grup tersebut bisa berujung pada tindakan kriminal, terutama kekerasan seksual terhadap anak dan keluarga.

"Kalau tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini akan menyebabkan pidana kekerasan seksual yang luar biasa menghancurkan korban," ujarnya.

Ia juga mendesak agar anggota dan pengelola grup tersebut tidak hanya ditindak hukum, tetapi juga mendapatkan pembinaan psikologis.

Baca Juga: IFG Perluas Jaringan Perlindungan Risiko Pertanian untuk Akselerasi Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional

"Jadi mereka harus dicari, dibina secara psikologis, dan kita hentikan mereka sebelum kejadian," imbuhnya.

Sahroni mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan konten atau kelompok serupa di media sosial.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X