Redaksi88.com - Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus.
Sebelumnya, dalam konferensi pers, Deddy mengungkapkan bahwa Jokowi pernah mengirim utusan untuk meminta pembatalan pemecatan dirinya dari partai.
“Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember, ada utusan yang menemui kami, memberitahu bahwa Sekjen (Hasto) harus mundur, lalu jangan pecat Jokowi,” kata Deddy dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu, 12 Maret 2025.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Tuduh KPK Kriminalisasi Hukum Usai Sidang Perdana Kasus Suap
Dalam kesempatan itu, Deddy juga menyebutkan bahwa utusan tersebut menyampaikan adanya sejumlah kader PDIP yang menjadi target KPK.
“(Utusan) menyampaikan ada sekitar sembilan orang dari PDIP yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK,” tambah Deddy.
Pernyataan mengenai utusan inilah yang kemudian dibantah tegas oleh Jokowi.
“Nggak ada, harusnya disebutkan siapa gitu lho biar jelas, nggak ada,” bantah Jokowi saat ditemui wartawan di kediamannya di Solo, Jumat, 14 Maret 2025.
Baca Juga: Baru 3 Hari Jabat Dirut PFN, Ifan Seventeen Soroti Masalah Gaji Karyawan yang Harus Segera Dibayar
Ia juga mempertanyakan alasan dan kepentingan apa yang membuatnya harus mengirim utusan kepada PDIP.
“Kepentingannya apa coba saya mengutus untuk itu, kepentingannya apa, coba logikanya,” ujarnya.
Baca Juga: Polemik Pungutan Sekolah: Kasatreskrim Polres Bengkulu Utara Berikan Penjelasan Tegas
Jokowi menegaskan bahwa selama ini dirinya memilih untuk diam, namun hal itu ada batasnya.
“Saya itu sudah diam loh ya,” kata Jokowi.
Artikel Terkait
Prabowo Berencana Bangun Penjara di Pulau Terpencil untuk Koruptor
Prabowo Setuju Pembukaan Kembali Penempatan PMI ke Arab Saudi
Polemik Pungutan Sekolah: Kasatreskrim Polres Bengkulu Utara Berikan Penjelasan Tegas
Prabowo Umumkan Tunjangan Guru Langsung ke Rekening: "Untuk Apa Berlama-lama?"
Hasto Kristiyanto Tuduh KPK Kriminalisasi Hukum Usai Sidang Perdana Kasus Suap