REDAKSI88.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga korban meninggal dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.
Penyerahan dilakukan langsung saat Khofifah menemui para keluarga korban di Kantor Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Sabtu, 12 Juli 2025.
Didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Khofifah menyerahkan santunan korban senilai Rp10 juta untuk masing-masing keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Jelang Hadiri Bastille Day, Presiden Bahas Sekolah Rakyat dan Cuaca Ekstrem lewat Ratas Virtual
“Selain menyampaikan duka cita yang mendalam, mudah-mudahan mereka dipanggil Allah dalam keadaan husnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima Allah, dan khilafnya diampuni Allah,” ujar Khofifah kepada media.
“Kami juga menyampaikan santunan duka cita untuk keluarga mereka, semoga diberi kesabaran dan kekuatan serta keikhlasan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyebut terdapat delapan keluarga korban yang hadir untuk menerima santunan.
Baca Juga: Juli 2025: Pemerintah Salurkan 360 Ribu Ton Bantuan Sosial Beras, Mentan Warning Mafia Pangan
“Tadi delapan yang hadir, ada di Probolinggo, satu di Blitar,” imbuhnya.
Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada keluarga yang belum sempat hadir.
“Saya sudah pesan pada Kepala BPBD supaya paling tidak ada tim Tagana yang ditugaskan untuk menyampaikan duka cita takziah kami,” ujarnya lagi.
Sementara itu, upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya diperpanjang hingga 14 Juli 2025.
Hingga hari ke-11 pencarian, Sabtu, 12 Juli 2025, tim SAR gabungan telah menemukan 48 korban, terdiri dari 30 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia.