Redaksi88.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras menyusul rencana penerapan tarif impor sebesar 50 persen terhadap Brasil.
Langkah tersebut diambil setelah AS menilai Brasil, yang merupakan salah satu negara pendiri aliansi ekonomi negara berkembang BRICS, meremehkan dampak kebijakan tarif itu terhadap perekonomiannya.
Meski pemerintah Brasil menyatakan terbuka untuk bernegosiasi, negara tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan tindakan balasan atas kebijakan Washington.
Baca Juga: Viral Ridwan Kamil Diminta Penumpang Protes soal Delay Pesawat di Bali
Menanggapi hal itu, Trump mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan langsung antara dirinya dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengenai ancaman tarif tersebut.
"Mungkin suatu saat nanti saya akan berbicara dengannya. Saat ini belum," ujar Trump kepada wartawan saat hendak bertolak ke Texas yang sedang dilanda banjir di AS, sebagaimana dilansir dari Reuters, pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Berkaca dari hal itu, ancaman tarif dari Trump disebut berkaitan pula dengan kemarahannya atas menguatnya posisi BRICS dalam geopolitik ekonomi global.
Baca Juga: Empat Anggota Perguruan Silat Ditangkap Polisi Terkait Pengeroyokan di Bandung
Trump sebelumnya bahkan mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap seluruh negara anggota BRICS sebagai bentuk tekanan terhadap aliansi yang dinilainya anti-Barat.
Sebagai catatan, BRICS adalah aliansi ekonomi negara-negara berkembang yang bertujuan menyeimbangkan dominasi Barat dalam sistem global.
Sejak dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, BRICS terus memperluas keanggotaannya.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Perubahan Arah CCTV dalam Kasus Kematian Diplomat Arya Daru
Per Juli 2025, jumlah negara anggota tetap BRICS telah mencapai 11 setelah Indonesia resmi bergabung. Langkah ini diumumkan oleh Brasil yang menjabat sebagai Ketua BRICS pada tahun 2025 ini.
Di sisi lain, Indonesia dinilai membawa kekuatan baru dari Asia Tenggara dan memperluas pengaruh BRICS di kawasan Indo-Pasifik.
Artikel Terkait
Terekam CCTV, Bus 168 Hantam Toko Bangunan di Jalur Rawan Kecelakaan Bayeman
Temuan Deposit Judol Tembus Rp957 Miliar, Istana Ancam Penerima Bansos yang Terbukti Main Judi Online Akan Dicoret
Polisi Selidiki Dugaan Perubahan Arah CCTV dalam Kasus Kematian Diplomat Arya Daru
Empat Anggota Perguruan Silat Ditangkap Polisi Terkait Pengeroyokan di Bandung
Viral Ridwan Kamil Diminta Penumpang Protes soal Delay Pesawat di Bali