Karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi siber dan kecerdasan buatan (AI) bagi TNI.
“Ikuti perkembangan teknologi, siber, dan kecerdasan buatan. Jangan ketinggalan. Jangan berhenti belajar, jangan berhenti berlatih,” kata Presiden.
Regenerasi Berdasarkan Prestasi, Bukan Senioritas
Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI harus mengutamakan prestasi, kompetensi, dan pengabdian — bukan sekadar faktor senioritas.
“Yang penting adalah prestasi, pengabdian, dan cinta tanah air. Kepemimpinan di TNI harus menjadi teladan, tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten,” ujarnya mantap.
Apresiasi untuk Keluarga Prajurit
Menutup amanatnya, Presiden menyampaikan penghargaan kepada para istri dan anak prajurit yang dengan tabah mendukung tugas suami atau ayah mereka di berbagai medan penugasan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada istri-istri dan anak-anak para prajurit yang dengan tabah mendukung suami dan ayahnya di tempat berbahaya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi keluarga besar TNI,” tutur Prabowo.***