Redaksi88.com – Wacana pemerintah mengenai Program Magang Nasional Bergaji menjadi sorotan masyarakat baru-baru ini.
Pemerintah dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memperluas jangkauan program tersebut hingga mencakup 100.000 peserta.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, khususnya bagi lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate).
Baca Juga: Kekalahan Timnas Indonesia Disusul Pemecatan Shin Tae-yong dari Ulsan HD
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa rencana perluasan program itu akan diputuskan setelah evaluasi tahap pertama selesai dilakukan.
Pada tahap awal, program ini menargetkan sebanyak 20.000 peserta. Jika pelaksanaannya dinilai berhasil, pemerintah akan segera membuka tahap lanjutan dengan kuota peserta yang lebih besar.
“Kita akan evaluasi dulu tahap pertama. Kalau cepat terpenuhi dan hasilnya baik, kita siapkan tambahan target hingga 100 ribu pemagang,” ujar Febrio dalam acara Media Gathering APBN 2026, Kamis, 9 Oktober 2025.
Baca Juga: Sejumlah BPD Minati Penempatan Dana Pemerintah, Kemenkeu Wanti-wanti Soal Risiko dan Kasus Lama
Upaya Merespons Tantangan Pengangguran Muda
Program magang nasional ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi tingginya angka pengangguran muda di Indonesia.
Setiap tahun, terdapat tambahan sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru, yang sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi dan penduduk usia produktif.
Selama program berjalan, peserta magang akan menerima upah setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) di masing-masing daerah. Namun, perusahaan juga diperbolehkan memberikan upah yang lebih tinggi sesuai kebijakan mereka.
“Program ini bukan hanya soal menambah pengalaman kerja, tapi juga memastikan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja berlangsung dengan dukungan ekonomi yang layak,” jelas Febrio.
Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu itu menambahkan, pemerintah tidak hanya fokus pada sektor formal.