Redaksi88.com – Pengamat politik Ray Rangkuti menyoroti sosok Joko Widodo (Jokowi) yang tetap menjadi pusat perhatian publik meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI.
Ray mengatakan bahwa nama Jokowi masih sering diperbincangkan lantaran sejumlah pihak terus mengusik berbagai persoalan yang muncul selama 10 tahun masa kepemimpinannya.
Ramainya pemberitaan seputar Jokowi setelah lengser menjadi pengingat penting bagi pejabat lain, terutama mantan presiden, bahwa hal-hal yang belum tuntas atau dianggap janggal akan terus dikupas publik meskipun masa jabatannya telah berakhir.
Baca Juga: 4 Fakta di Balik Insiden Kebakaran Besar di Cianjur, Truk Tangki BBM Diduga Jadi Sumber Api
Jokowi yang Pertama, Bisa Jadi Peringatan
Dalam video podcast PHD 4K yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Minggu, 2 November 2025, Ray Rangkuti menyebut Jokowi sebagai mantan presiden pertama dalam sejarah Indonesia yang masih terus diusik setelah tak lagi berkuasa.
“Ini kali pertama dalam sejarah, kita lihat seorang mantan presiden yang kelihatan terus diusik setelah yang bersangkutan tidak lagi menjabat,” kata Ray.
Meski ada pihak yang menyayangkan hal tersebut, Ray justru memandangnya secara positif.
Menurutnya, situasi itu bisa menjadi pelajaran berharga bagi pejabat lain agar memahami bahwa jabatan hanyalah amanah sementara.
“Supaya orang terbiasa bahwa jabatan itu biasa-biasa saja,” imbuhnya.
Ray kemudian mengatakan bahwa seorang mantan presiden selalu merasa aman, nyaman, dan tetap dihormati setelah meninggalkan kekuasaan, maka hal itu dapat menumbuhkan sikap abai selama menjabat.
“Kalau selama ini semua mantan presiden kita aman, dihormati, nyaman setelah nggak berkuasa, itu akan membuat mereka merasa nggak penting-penting amat membangun karena pasti mereka dipuji-puji tetap baik,” jelasnya.
“Apa yang terjadi pada Pak Jokowi ini semacam peringatan menurut saya kepada siapapun yang memimpin,” tambahnya.
Ray bahkan sempat berkelakar dengan menyebut fenomena tersebut sebagai “Jokowisasi.”