“Sebagai pemerintahan berkelanjutan, pemerintahan Pak Prabowo-Gibran harus kita kawal karena pada Pilpres 2024 berkelanjutan yang menang,” jelasnya.
“Sesuai dengan rekomendasi di Sidang Pleno III, sudah dijelaskan bahwa kita mendukung dan memperkuat pemerintahan Pak Prabowo,” tegas Budi.
Projo Bukan Singkatan dari Pro-Jokowi
Selama ini dikenal luas sebagai organisasi pendukung Jokowi, Budi Arie membantah bahwa Projo bukan singkatan dari Pro-Jokowi.
“Projo itu bahasa Sanskerta-nya ‘negeri’, bahasa Jawa Kawi-nya artinya ‘rakyat’,” ujar mantan Menteri Koperasi itu dalam Kongres III Projo hari pertama di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 November 2025.
“Jadi, kaum projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya. Cuma teman-teman media kan ya, Projo, Pro-Jokowi, itu karena gampang dilafalkan saja,” tambahnya.
Baca Juga: 4 Fakta di Balik Insiden Kebakaran Besar di Cianjur, Truk Tangki BBM Diduga Jadi Sumber Api
Pada kesempatan itu, Budi juga menjelaskan alasan di balik keputusan mengganti logo organisasi.
Menurutnya, Projo tidak ingin terjebak pada kultus individu dalam perjalanan gerakannya.
“Kemungkinan merubah logo Projo, yang nanti akan kami putuskan di kongres ke-3 ini. Logo Projo akan kami ubah, supaya tidak terkesan kultus individu,” terangnya.
Meski logonya bakal diganti, Budi menegaskan nama Projo tetap dipertahankan, dengan mempertimbangkan maknanya dalam bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi yang berarti rakyat dan negeri.***