nasional

Viral Video Minimarket Dijarah di Tengah Bencana, Kepala BNPB Ungkap Timnya Sempat Alami Kejadian Serupa

Minggu, 30 November 2025 | 17:00 WIB
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga. (Instagram/sumutnusantara) (Instagram/sumutnusantara)

REDAKSI88.com - Sebuah video yang diduga memperlihatkan masyarakat Tapanuli Tengah dan Sibolga ramai-ramai melakukan penjarahan di sebuah minimarket untuk memenuhi kebutuhan logistik mereka telah viral di media sosial.

Salah satu unggahan, seperti yang dimuat oleh akun Instagram @sumutnusantara pada Sabtu, 29 November 2025, menunjukkan sejumlah warga merangsek masuk dan mengosongkan rak makanan di dalam minimarket tersebut.

“Akses jalan yang terputus membuat distribusi logistik belum dapat masuk secara normal. Beberapa minimarket di Pandan mulai dijarah karena sulitnya memperoleh kebutuhan pokok,” demikian tertulis dalam keterangan akun tersebut.

Baca Juga: Posko dan RS Darurat Sudah Tersedia, Kemenkes Ingatkan Munculnya Penyakit Pascabanjir Sumatera

Penjarahan rupanya tidak hanya terjadi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, tetapi juga di Aceh Tamiang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, yang menyebutkan bahwa timnya pun sempat dicegat oleh warga yang berusaha mengambil logistik.

Logistik Bantuan BNPB Direbut Warga

Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan bahwa insiden penjarahan logistik juga dialami oleh timnya saat berada di Tapanuli Tengah.

“Memang berseliweran ya, bukan hanya di Aceh Tamiang, tadi di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha untuk merebut logistik itu,” kata Suharyanto dalam konferensi pers pada Jumat sore, 29 November 2025.

Baca Juga: Alhamdulillah! TNI Kirim Bantuan Paling Penting ke Aceh dan Sumut: Ada Sinyal Darurat dan Ribuan Paket Makanan

Menanggapi hal tersebut, Suharyanto mengambil tindakan yang persuasif. “Ya kami perintahkan untuk itu diberikan saja,” imbuhnya.

Bukan Niat Jahat, tapi Kebutuhan Mendesak

Suharyanto kemudian menjelaskan bahwa tindakan masyarakat yang berusaha merebut logistik tersebut didasari oleh kondisi mendesak, yakni karena mereka belum mendapatkan bantuan, dan ia meyakini tidak ada niat jahat di dalamnya.

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” lanjutnya.

Baca Juga: Tim Reformasi Internal Polri Dicap Janggal, Pengamat Curiga Upaya Menghalangi Komisi Independen Bentukan Prabowo

Ia menambahkan bahwa situasi mereda setelah tim memberikan penjelasan dan logistik yang dibutuhkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB