Redaksi88.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberlakukan kebijakan baru berupa pengiriman siswa nakal ke barak militer TNI untuk mendapatkan pembinaan.
Kebijakan ini kini mulai dijalankan dengan mengirim sejumlah siswa ke Markas Resimen Armed 1 Kostrad Sthira Yudha di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Para orang tua siswa menyatakan telah memberikan persetujuan kepada sekolah agar anak mereka mengikuti program pendidikan khusus di barak militer selama enam bulan.
Salah satunya adalah Ela, orang tua siswa asal Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, yang menceritakan masalah yang dihadapi anaknya yang masih duduk di bangku SMP.
"Dia (anak Ela) sering ikut tawuran di sawah, sama teman-temannya," ungkap Ela, seperti dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Kamis, 1 Mei 2025.
Menanggapi hal tersebut, Dedi menyatakan bahwa kasus kekerasan memang banyak melibatkan pelajar SMP.
"Sekarang ini, yang ganas-ganas itu memang dari anak SMP, sering banyak kasus kekerasan," kata Dedi dalam kesempatan yang sama.
Ela mengaku sudah tidak mampu lagi mendidik anaknya agar memiliki karakter yang lebih baik.
Karena itu, ia dengan sukarela mengizinkan anaknya yang termasuk kategori 'nakal' itu dibina di barak militer.
"Saya sudah tidak sanggup urus, karena saya juga sering tinggalkan dia untuk bekerja. Jadi, dia tinggal di rumah nenek, saya juga sudah cerai dengan suami," jelas Ela.
"Semoga setelah dari sana (barak militer), dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik," harapnya.***
Artikel Terkait
Mengapa 1 Mei Jadi Hari Libur Nasional? Ini Sejarah Singkat Hari Buruh di Indonesia
Program MBG Serap Rp2,3 Triliun APBN, Kemenkeu Ungkap 3,26 Juta Orang Sudah Terima Manfaat
Pemerintah Siapkan Rp171 Triliun untuk Percepatan Program MBG, Target 82,9 Juta Penerima Manfaat di 2025
Kemenkeu Beberkan Rencana Tunjangan Guru ASN Daerah 2025 Capai Rp66,92 Triliun, Ini Skema Penyalurannya
Pasca Viral Siswa yang Bersihkan Sungai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Lebih Baik Ketimbang Urusin Wisuda