IFG Gelar Progress X, Dorong Peningkatan Peran Perempuan di Dunia Kerja Melalui Kebijakan Inklusif

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 16 Mei 2025 | 22:00 WIB
 IFG Gelar Progress X, Dorong Peningkatan Peran Perempuan di Dunia Kerja Melalui Kebijakan Inklusif.  (Dok.IFG)
IFG Gelar Progress X, Dorong Peningkatan Peran Perempuan di Dunia Kerja Melalui Kebijakan Inklusif. (Dok.IFG)

REDAKSI88.com – Sebagai upaya memperkuat budaya kerja inklusif, Indonesia Financial Group (IFG) menyelenggarakan talkshow bertema pemberdayaan perempuan (women empowerment) berjudul "The Joy of Work: Finding Purpose in Workplace as a Career Woman".

Acara ini digelar di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, dan menjadi bagian dari Progress X, sebuah inisiatif IFG untuk membangun wadah belajar bagi karyawan melalui diskusi non-teknis guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, setara, dan bermakna.

Hadir sebagai pembicara kunci dalam acara ini adalah Direktur Keuangan IFG Heru Handayanto, SEVP Transformasi IFG Meiditomo Sutyarjoko, SEVP IT IFG Joseph Georgino Godong serta Kepala Divisi Bisnis Capital Market dan Investasi IFG Anastasia Dara. 

Baca Juga: IFG Perluas Jaringan Perlindungan Risiko Pertanian untuk Akselerasi Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional

Mereka berbagi inspirasi tentang pentingnya kesetaraan karier bagi perempuan di dunia kerja.

Dalam paparannya, Dara mengajak peserta untuk memaknai kembali tujuan bekerja—bukan sekadar mengejar gaji atau jabatan, melainkan sebagai bentuk aktualisasi diri dan kontribusi sosial.

"Tujuan bekerja itu bukan hanya mengejar angka, tapi memberi dampak. Bukan sekadar kontribusi terhadap target profesional, melainkan juga bagaimana seseorang menghadirkan nilai positif ke kehidupan personalnya. Keseimbangan ini adalah hal yang bisa dijalani oleh seluruh perempuan yang menjadi insan IFG," tegas Dara.

Baca Juga: Impor Hijab China Membanjir, Bos BI Beri Sinyal Dukungan Besar ke UMKM Pesantren

Lebih lanjut, Dara menekankan bahwa perempuan di IFG tidak perlu memilih antara karier atau keluarga, karena keduanya dapat dijalani secara harmonis berkat dukungan budaya kerja inklusif di perusahaan.

"Perempuan tidak harus memilih antara karier atau keluarga. Kita bisa menjalani keduanya dengan versi sukses kita sendiri. Support system adalah kunci, dari keluarga, tim kerja, dan diri sendiri yang percaya diri," ujarnya.

Melalui kebijakan dan ekosistem kerja yang inklusif, IFG mendorong seluruh karyawannya, termasuk perempuan, untuk berkembang secara profesional tanpa mengorbankan peran di luar pekerjaan. 

Baca Juga: Praktik Pungli Merajalela: Preman Pasar Kramat Jati Raup Rp225 Juta perbulan, Kapan Ditindak?

Fleksibilitas, dukungan emosional, dan ruang aktualisasi diri menjadi nilai unggulan yang membedakan IFG dari banyak perusahaan lain.

IFG meyakini bahwa pemberdayaan perempuan adalah bagian krusial dari transformasi korporasi. 

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X