REDAKSI88.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi meluncurkan program pendidikan karakter bagi siswa nakal dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sejak 5 Mei 2025, sejumlah pelajar dari Purwakarta dan Bandung telah dikirim ke barak militer untuk mengikuti pembinaan disiplin ala TNI.
Program ini memicu perdebatan publik. Sebagian pihak khawatir dengan pendekatan keras militer terhadap siswa, sementara lainnya mendukung upaya penanaman kedisiplinan ini.
Baca Juga: Pendidikan Karakter ala Dedi Mulyadi Diperkuat: Siswa Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah
Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, mengkritik ketiadaan standar baku dalam pelaksanaan program ini.
Ia mencontohkan perbedaan signifikan dalam pola pelatihan antara barak TNI di Purwakarta dan Bandung.
"Perbedaan tersebut mencakup struktur program, ketersediaan sarana prasarana," ungkap Jasra dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/5/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti ketidaksinkronan metode pengajaran mata pelajaran sekolah di kedua lokasi, meski peserta berasal dari jenjang dan jurusan yang sama.
"Rasio antara peserta dan pembina serta metode pengajaran mata pelajaran sekolah yang tidak seragam meskipun berasal dari jenjang kelas dan jurusan yang berbeda," jelasnya.
Menurut Jasra, inkonsistensi ini berpotensi mengurangi efektivitas program.
"Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu hasil dari program secara keseluruhan," tegasnya.***
Artikel Terkait
Abraham Samad Dikejutkan Panggilan Polisi Terkait Kasus Ijazah Jokowi: "Saya Tidak Ada Hubungannya”
Pernyataan Tegas Kejagung: TNI Jaga Kejaksaan Bukan Berarti Intervensi Proses Hukum
DPR Geram! Minta Polri dan Kominfo Bubarkan Grup Facebook 'Fantasi Sedarah'
Gugatan Tom Lembong di Kasus Korupsi Gula: 'Saya Dituduh Melanggar Aturan yang Tak Pernah Ada!’
Wapres Gibran Tinjau Asrama Haji Medan, Beberkan Instruksi Presiden Prabowo Soal Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi
Wapres Gibran Sebut Prabowo Instruksikan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi, Saudi Sudah Sediakan Lahan 50 Hektar