Redaksi88.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperketat pengawasan terhadap tempat makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sorotan DPR salah satunya tertuju pada penggunaan food tray impor dari China yang dinilai menghambat efektivitas pengawasan.
“Ada indikasi food tray itu ada pemalsuan, jadi mereka kayak disemprot bahan tertentu jadi sebenarnya kandungan besinya lebih banyak, kalau sudah disemprot jadi kayak stainless asli,” ujar anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, dalam rapat bersama BGN dan BPOM di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu, 21 Mei 2025.
Baca Juga: Kejagung Jelaskan Penangkapan Bos Sritex terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank Hampir Rp3,6 Triliun
“Setelah beberapa bulan, bisa luntur dan akhirnya bisa membaur ke makanan, membuat risiko keracunan itu jadi muncul,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Nurhadi juga mendorong agar BGN dan BPOM segera menetapkan standar keamanan terkait peralatan makan yang digunakan dalam program MBG.
“Saya menyarankan BGN dan BPOM dapat menetapkan standar teknis minimum yang wajib dipenuhi, khususnya food tray, ini bahannya anti toksik, tahan panas, dan mudah dibersihkan,” imbuhnya.
Ia menekankan pentingnya sertifikasi produk lokal yang memenuhi standar keamanan pangan dan layak digunakan untuk program MBG.
“Kami juga mendorong sertifikasi food grade lokal yang lebih tegas, melekat, dan dalam proses pengadaan alat-alat program MBG,” ujarnya.
“Kita bisa melindungi kesehatan masyarakat, jangan sampai memperbaiki gizi ini menimbulkan risiko baru karena alat yang tidak aman,” tambah Nurhadi.
Baca Juga: Pungli di Pelabuhan Bakauheni Dibongkar, Polisi Amankan Oknum Nakal
Sebelumnya, DPR juga telah menyarankan agar BGN mulai mengganti penggunaan food tray asal China dengan produk dalam negeri.
Selain dianggap lebih aman, penggunaan produk lokal juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan UMKM.***
Artikel Terkait
Gegara Melecehkan Anak Dibawah Umur, Seorang Ayah di Bengkulu Utara Dibekuk Polisi
Tabligh Akbar Lampung Selatan Kedatangan Gus Miftah, Simak Waktu dan Tempatnya
Pemkab Lampung Selatan Bahas Strategi Percepatan UHC Bersama BPJS Kesehatan
Pungli di Pelabuhan Bakauheni Dibongkar, Polisi Amankan Oknum Nakal
Kejagung Jelaskan Penangkapan Bos Sritex terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank Hampir Rp3,6 Triliun