Redaksi88.com – Suasana acara Nganjang Ka Warga Subang yang digelar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, mendadak memanas pada Rabu (28/5) malam.
Penyebabnya, sejumlah suporter Persikas membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” sambil meneriakkan yel-yel di tengah acara yang sedang berlangsung.
Padahal, saat itu Dedi yang akrab disapa KDM sedang membagikan kisah inspiratif dari seorang ibu sederhana yang memiliki anak dengan keterbatasan fisik, namun tetap mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan baik.
Baca Juga: Menaker Yassierli Resmi Hapus Syarat Usia dalam Lowongan Kerja
Aksi spontan para suporter itu memancing emosi KDM. Ia berdiri dari tempat duduknya, memperlihatkan ekspresi marah, dan menunjuk langsung ke arah para pendukung Persikas.
“Hei, ini forum saya, bukan forum Persikas. Ini forum saya dengan rakyat bukan dengan Persikas. Anak muda ga punya otak kamu. Saya tidak terima anda, saya cari kamu,” ucap KDM dengan nada tinggi.
Momen kemarahan itu terjadi tepat saat suasana acara tengah mengharu biru. Ketegangan pun sempat membuat suasana hening.
KDM kemudian menegaskan bahwa isu yang dibawa oleh suporter tersebut tidak relevan dengan kebutuhan utama masyarakat Subang saat ini.
Baca Juga: Kemenag Pastikan Proses Visa Jemaah Calon Haji 2025 Sudah Ditutup
“Hei kamu Persikas pindah kemanapun, tidak akan mempengaruhi orang miskin untuk bisa makan. Orang Subang bukan butuh Persikas hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, butuh sekolah yang baik,” tegasnya dari atas panggung.
Menurut KDM, Persikas hanyalah soal hobi dan hiburan, sementara masyarakat Subang lebih membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Itu urusan kamu (Persikas), hobi dan kesenangan, tapi tidak boleh mengabaikan apa yang menjadi kebutuhan dasar bagi kepentingan masyarakat Subang,” ujar KDM.
Baca Juga: Warga Sukabumi Diundang Kerajaan Arab Saudi Naik Haji Berkat Ketulusan Merawat Masjid
Ia pun menekankan bahwa pengelolaan klub sepak bola profesional membutuhkan anggaran besar dan tidak dapat dibiayai dengan dana dari pemerintah daerah.
Artikel Terkait
Gebrakan Baru Pramono Anung soal Ondel-Ondel, Tegaskan Tak Ingin Warisan Budaya Betawi itu Digunakan untuk Ngamen
Indonesia Dapat Kuota Haji 221 Ribu Orang, Kemenag: 204.770 Visa Jemaah Haji Reguler Sudah Diproses
Kemenag Pastikan Proses Visa Jemaah Calon Haji 2025 Sudah Ditutup
Warga Sukabumi Diundang Kerajaan Arab Saudi Naik Haji Berkat Ketulusan Merawat Masjid
Menaker Yassierli Resmi Hapus Syarat Usia dalam Lowongan Kerja