Titiek Soeharto Ungkap Peluang Ekspor usai Surplus Beras 4 Juta Ton, agar Dampaknya Nyata bagi Petani

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 3 Juni 2025 | 14:00 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.  (Instagram.com / @titieksoeharto)
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto. (Instagram.com / @titieksoeharto)

Redaksi88.com – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto, menuturkan terkait beras RI yang mengalami kelebihan atau surplus sebesar 4 juta ton.

Sebelumnya diketahui, stok cadangan beras pemerintah (CBP) dilaporkan menembus angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 4 juta ton atau tertinggi sejak Perum Bulog berdiri pada tahun 1969.

Pencapaian ini diungkap langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada 1 Juni 2025. 

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Gaji ke-13 Cair Juni, Pemerintah Tambah Stimulus Ekonomi Nasional

Menurutnya, keberhasilan ini menandai bahwa Indonesia kini tengah melangkah menuju kedaulatan pangan, melampaui sekadar status swasembada.

Menanggapi hal tersebut, Titiek Soeharto memberikan apresiasi kepada pemerintah atas keberhasilan membangun cadangan beras hingga mencapai surplus. 

Ia menilai ini merupakan hasil dari strategi yang tepat dalam peningkatan produksi beras nasional.

Baca Juga: Subsidi Upah Siap Cair, Pemerintah Siapkan Rp10,72 Triliun dari APBN untuk Pekerja Bergaji Rendah dan Guru Honorer

"Surplus beras ini adalah bukti nyata bahwa kebijakan pertanian kita sudah mulai menunjukkan hasil positif. Ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional," kata Titiek dalam keterangannya, Selasa, 3 Juni 2025.

Titiek menyebut, surplus 4 juta ton membuka peluang untuk meningkatkan ekspor beras ke negara-negara lain yang membutuhkan. 

Hal ini menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik pemerintah supaya hasilnya bisa berdampak nyata bagi para petani.

Baca Juga: Diskon Tarif Listrik 50 Persen Juni–Juli 2025 Resmi Dibatalkan, Pemerintah Alihkan ke Subsidi Upah

"Dengan surplus ini, kita tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi bisa memanfaatkan peluang ekspor untuk meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian nasional," terangnya.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani dan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan menjaga ketahanan pangan nasional," sambungnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X