Redaksi88.com – Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami peningkatan.
Meski begitu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik.
Ia memastikan bahwa virus yang kini beredar bukanlah varian yang berbahaya atau mematikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Juni 2025.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Sembako di Bekasi: Tersinggung Tak Dipinjami Uang
Pertemuan itu berlangsung selama sekitar dua setengah jam, dimulai pukul 15.39 WIB hingga 18.06 WIB, membahas perkembangan terbaru terkait pandemi di dalam negeri.
"Mengenai Covid datanya seperti apa," kata Budi kepada wartawan, Selasa 3 Juni 2025.
Menurut Budi, meski ada kenaikan jumlah kasus, situasinya belum berada pada level yang mengkhawatirkan. Pemerintah terus memantau penyebaran virus melalui sistem pengawasan yang tersedia.
"Masih ‘odometer’-nya puluhan. Itu pun terpantau di beberapa pusat surveillance yang kami monitor,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa varian yang kini menyebar relatif tidak berbahaya, sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas berlebihan.
"Kenaikan ini (covid-19) adalah varian yang relatif tidak mematikan. Jadi, enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat nggak panik," ujarnya.
Budi menegaskan bahwa upaya mitigasi tetap dilakukan, namun kondisi saat ini sangat berbeda dibanding awal pandemi.
Kenaikan kasus kali ini tidak berdampak signifikan terhadap layanan kesehatan maupun angka kematian.***
Artikel Terkait
Hati-Hati! Marak Penipuan Bermodus Aktivasi Identitas Kependudukan Digital
Titiek Soeharto Ungkap Peluang Ekspor usai Surplus Beras 4 Juta Ton, agar Dampaknya Nyata bagi Petani
Dedi Mulyadi Teken SE Soal Jam Masuk Sekolah di Jabar, Siswa Mulai Belajar Pukul 06.30 WIB
Fahri Hamzah Tegaskan Rumah Subsidi Minimal Tipe 36 Sesuai Standar SDGs: Konsep Rumah Rakyat Harus Layak
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Sembako di Bekasi: Tersinggung Tak Dipinjami Uang