Redaksi88.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki potensi perdagangan dan investasi yang sangat besar.
Sebelumnya diketahui, pada tahun 2024, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang global terbesar keenam bagi Malaysia dan menempati posisi kedua di antara negara-negara anggota ASEAN.
Nilai perdagangan kedua negara juga mengalami peningkatan sebesar 4,5 persen, dari sebelumnya 24,39 miliar dolar AS atau sekitar Rp394,6 triliun menjadi 25,5 miliar dolar AS, setara dengan Rp412,5 triliun pada tahun yang sama.
Baca Juga: Jelang HUT Bhayangkara ke 79, Polsek Ulok Kupai Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Kurang Mampu
Menanggapi hal itu, Anwar menegaskan bahwa potensi di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia masih sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
"Potensi investasi dan dagang negara kita ini terlalu besar. Tetapi kami berdua merasakan kita belum optimalkan keupayaan ini," ujar Anwar dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 27 Juni 2025.
"Dan ini agak disesalkan, tidak waras dari sudut kepentingan dan persahabatan yang terikat di dalam kita," imbuhnya saat juga berbicara di samping Presiden RI, Prabowo Subianto.
Baca Juga: Begini Respons Jokowi Soal Batal Maju Jadi Ketum PSI dan Peluang Merapat ke Partai Lain
Kemudian, Anwar menuturkan pihaknya sepakat dengan 'desakan' Prabowo untuk meningkatkan potensi investasi RI-Malaysia.
"Saya setuju dengan desakan Presiden (Prabowo) supaya langkah-langkah yang munasabah, apapun yang mungkin untuk kita tingkatkan investasi masing-masing negara," imbuhnya.
Lebih jauh, Anwar sempat menyoroti terkait kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS) maupun kondisi geopolitik.
Baca Juga: Penerbangan dari Madinah Mulai Berlangsung, Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Masuki Fase Akhir
PM Malaysia itu menilai, Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki kekuatan ASEAN.
"Juga hal-hal yang telah menjadi masalah bagi kedua negara ini, kita berkomitmen, berkehendak keras untuk menyelesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," tutup Anwar.***
Artikel Terkait
Evakuasi Juliana Marins Tak Gunakan Helikopter, Ini Penjelasan Basarnas
Penerbangan dari Madinah Mulai Berlangsung, Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Masuki Fase Akhir
Dasco Imbau WNI di Wilayah Konflik Perang Israel–Iran Tetap Tenang, Evakuasi Dilakukan Secara Bertahap
Begini Respons Jokowi Soal Batal Maju Jadi Ketum PSI dan Peluang Merapat ke Partai Lain
Jelang HUT Bhayangkara ke 79, Polsek Ulok Kupai Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Kurang Mampu