Bantah Rencana Trump, Araghchi Tegaskan Iran Tak Berniat Mulai Lagi Bahas Kesepakatan Nuklir dengan AS

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 27 Juni 2025 | 22:00 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi. (x.com / @araghchi)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi. (x.com / @araghchi)

Redaksi88.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk kembali membuka pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan nuklir.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam wawancara bersama televisi pemerintah Iran, sekaligus membantah klaim Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya mengatakan bahwa Washington dan Teheran akan menggelar pembicaraan soal nuklir pekan depan.

"Saya ingin tegaskan bahwa tak ada kesepakatan, pengaturan, maupun percakapan yang dibuat untuk memulai kembali negosiasi," kata Araghchi sebagaimana dilansir dari Reuters, pada Jumat, 27 Juni 2025.

Baca Juga: Cerita Pramono soal Taman 24 Jam di Lapangan Banteng, Terinspirasi dari London

Araghchi menegaskan, sejauh ini pihaknya tidak berniat untuk mengadakan pembicaraan mengenai rencana untuk bernegosiasi kembali, seraya menilai AS penuh dengan 'kontradiksi'.

"Pernyataan mereka (AS) penuh dengan kontradiksi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Araghchi menyinggung soal pembicaraan nuklir Iran dan AS yang dilakukan sebelum Israel meluncurkan serangan Israel menyerang Iran pada 13 Juni lalu, saat Iran sedang bernegosiasi dengan AS mengenai kesepakatan nuklir.

Baca Juga: Soroti Potensi Investasi RI–Malaysia yang Belum Dioptimalkan, Anwar Ibrahim: Terlalu Besar tapi Belum Dioptimalkan

Sebelumnya, serangan itu langsung dibalas Iran hingga perang kedua negara pecah dan berlangsung selama 12 hari.

Menlu Iran berujar, AS telah berkhianat karena dengan sengaja memikat Iran untuk menyerahkan hak-haknya dan pada saat yang sama mengobarkan perang melalui Israel.

"Dalam negosiasi baru-baru ini, mereka mencoba memikat kami untuk menyerahkan hak-hak bangsa kami. Ketika beberapa peristiwa tertentu terjadi, mereka memberlakukan perang dan melepaskan rezim kriminal Zionis untuk melakukan serangan," terang Araghchi.

Baca Juga: Jelang HUT Bhayangkara ke 79, Polsek Ulok Kupai Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Araghchi menekankan peristiwa itu akan menjadi pengalaman bagi Teheran yang membentuk keputusan Iran terkait negosiasi di masa mendatang.

"Meski begitu, diplomasi terus berlanjut. Saya berhubungan dengan beberapa menteri luar negeri," tukasnya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X