Redaksi88.com – Microsoft kembali melakukan langkah besar dalam restrukturisasi bisnisnya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 9.000 karyawan di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 4% dari total 228.000 tenaga kerja Microsoft secara global.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi yang telah berjalan sejak awal 2025. Sebelumnya, pada Mei lalu, perusahaan juga memangkas sekitar 6.000 posisi.
Baca Juga: Dituntut 7 Tahun Penjara oleh KPK, Hasto Minta Kader PDIP Tetap Tenang dan Percaya Proses Hukum
Data dari negara bagian Washington menunjukkan sekitar 800 posisi terdampak berada di wilayah Redmond dan Bellevue, yang menjadi dua pusat operasi utama Microsoft.
Meski tidak dijelaskan secara rinci divisi mana saja yang terdampak, sejumlah laporan menyebutkan bahwa unit gim menjadi salah satu yang paling terkena imbas.
Beberapa proyek seperti reboot Perfect Dark dan Everwild dilaporkan dibatalkan.
Dampaknya juga dirasakan oleh studio pengembang lain seperti Turn 10 yang mengembangkan Forza Motorsport.
Bahkan, sejumlah studio independen seperti Romero Games turut terdampak karena proyek mereka tidak lagi mendapatkan pendanaan dari penerbit.
"Divisi game-nya terkena dampak PHK, meskipun bukan mayoritas unit," tulis keterangan Microsoft melalui Reuters, Kamis 3 Juli 2025.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Buntut Kasus Suap dan Perintangan Penyidikan
Di balik gelombang PHK ini, Microsoft tengah mengalihkan fokus bisnisnya ke bidang kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan mengalokasikan dana jumbo hingga USD 80 miliar untuk pembangunan pusat data yang difungsikan sebagai infrastruktur pelatihan model-model AI.
Artikel Terkait
Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Buntut Kasus Suap dan Perintangan Penyidikan
Puan Maharani Sebut Pimpinan Parpol Akan Bertemu Usai Putusan MK Pisahkan Pemilu
Kemenhub Sebut KMP Tunu Pratama Jaya Alami Distress Sebelum Tenggelam di Selat Bali
Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Menambah Daftar Panjang Kecelakaan Kapal di Perairan Selat Bali
Dituntut 7 Tahun Penjara oleh KPK, Hasto Minta Kader PDIP Tetap Tenang dan Percaya Proses Hukum