Tidak hanya itu, pernikahan antara Putri Gading Cempaka, anak Ratu Agung, dengan utusan dari Kerajaan Pagaruyung, Sri Bagindo Maharaja Sakti, menandai berdirinya Kerajaan Sungai Limau.
Melalui ikatan ini, nilai-nilai Islam dari Pagaruyung meresap dan menguatkan fondasi keagamaan di Bengkulu.
Baca Juga: Keutamaan Tadarus Al Qur’an di Bulan Ramadhan, Pahala Berlipat hingga Syafaat di Akhirat
-
Hubungan Persahabatan dan Interaksi Antar Kerajaan
Kisah lain menyebutkan bahwa persahabatan antara Kerajaan Selebar dan Kerajaan Banten turut membuka pintu Islam di Bengkulu.
Begitu pula, hubungan antara Rejang Sabah dan Kerajaan Palembang Darussalam memainkan peran penting.
Saat Rejang Sabah menghadapi serangan pasukan Bugis, permohonan bantuan dari Rejang Belek Tebo Rejang di Lebong dan Palembang Darussalam membawa pengaruh Islam yang semakin menguat di kalangan masyarakat.
-
Peran Suku Rejang dan Migrasi
Suku bangsa Rejang, yang merupakan penduduk tertua di Bengkulu dan bermukim di Rena Sekalawi serta Rena Sekalau, diyakini menerima Islam melalui hubungan kekeluargaan dengan Kerajaan Indrapura.
Dipimpin oleh Raja Rio Mawang dan penerusnya, Kikarang Nio (Sultan Abdullah Kikarang Nio), masyarakat Rejang kemudian berhijrah ke berbagai wilayah, salah satunya ke Bengkulu Tinggi, dan mendirikan Kerajaan Sungai Serut yang kemudian dipimpin oleh Ratu Agung.
Baca Juga: 5 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Anak, dari Kesehatan hingga Karakter
Transformasi dan Penyebaran Islam
Kisah pertempuran epik antara pasukan Kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda dengan Kerajaan Sungai Serut menandai masa pergolakan.
Karena keterbatasan wilayah Sungai Serut, kerajaan tersebut hancur, dan sisa-sisanya mengungsi ke Gunung Bungkuk di Bengkulu Utara.
Di tengah keterpurukan itu, kepemimpinan baru muncul. Raja Anak dalam Muaro Bangkahulu kembali memimpin masyarakat, dan pada masa yang sama, seorang dai dari Aceh, Malin Muhidin, kembali menyemai dakwah Islam.
Jejak-jejak dakwah beliau bahkan tercatat dalam tulisan bambu di daerah Komering Ulu.
Baca Juga: Sejarah Shalat Tarawih, Dari Rasulullah Hingga Tradisi Masa Kini
Era Kolonial dan Kebangkitan Islam Modern
Setelah melewati berbagai dinamika sejarah, pengaruh Islam di Bengkulu semakin mengakar seiring masuknya era kolonial dan berlanjut ke masa kemerdekaan Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Tak Hanya Masuk ke Kas Negara! Ini Perbedaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah yang Wajib Anda Ketahui
Nasib 10.966 Karyawan Sritex Pesangon dan THR Karyawan Masih Terutang, Ini Penjelasan Tim Kurator
Hotman Paris Tuntut Permintaan Maaf Ahok Ke Publik Atas Kasus Korupsi Pertamina, Serta Minta Kembalikan Seluruh Gajinya selama Menjabat
Sukatani Buka Suara, Tolak Tawaran Jadi Duta Polri dan Soroti Pemecatan Twister Angel
Semangat Baru Usai Retreat, Bupati Radityo Egi Pratama Pantau Stok Pangan di Pasar Natar