BI Pastikan Suku Bunga Kredit Berangsur Turun, tapi Transmisi Perlu Waktu

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 3 September 2025 | 12:50 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut arah suku bunga deposito dan kredit perbankan akan menurun.  (bi.go.id)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut arah suku bunga deposito dan kredit perbankan akan menurun. (bi.go.id)

Redaksi88.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan arah suku bunga deposito maupun kredit perbankan akan berangsur menurun setelah BI-Rate diturunkan sejak September 2024.

Namun, ia menegaskan proses transmisi ke industri keuangan membutuhkan waktu.

“Arahnya dari perbankan positif bahwa ke depan memang suku bunga, baik deposito maupun kredit, itu juga akan turun. Memang perlu waktu,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI secara daring di Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Perry menuturkan, bank sentral memberi perhatian khusus pada penurunan suku bunga kredit

Baca Juga: Prabowo Pastikan Aspirasi Rakyat Didengar: DPR Cabut Tunjangan hingga Kunjungan Luar Negeri

BI pun telah meminta perbankan segera menyesuaikan, dan langkah tersebut mendapat tanggapan positif dari industri.

Menurut dia, pengalaman sebelumnya menunjukkan penurunan BI-Rate biasanya ditransmisikan ke suku bunga deposito dalam waktu sekitar tiga bulan. 

Sedangkan untuk suku bunga kredit, prosesnya lebih panjang, rata-rata enam bulan.

“Kami juga menangkap tanggapan positif dari perbankan agar bersama-sama Bank Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan kredit ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga: Instruksi Presiden, Kementerian PU Data Fasilitas Umum Rusak Pascademo untuk Rehabilitasi

“Tentu saja dengan tetap berdasarkan prinsip-prinsip kehati-hatian bank dalam penyaluran kredit,” lanjut Perry.

Dari sisi likuiditas, Perry menyebut kondisi perbankan masih cukup kuat. 

Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) tercatat 27 persen, yang menunjukkan ketersediaan dana mencukupi untuk ekspansi kredit.

Ia menambahkan, minat perbankan menyalurkan pinjaman terbilang tinggi. Hanya saja, permintaan kredit dari masyarakat masih belum merata.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X