3 Prinsip Investasi Abadi Benjamin Graham: Dari Margin of Safety hingga Value Investing

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 19:15 WIB
Tokoh dalam bidang investasi nilai (value investing) terkemuka di dunia internasional, Benjamin Graham.  (X.com/@MentalidadFeroz)
Tokoh dalam bidang investasi nilai (value investing) terkemuka di dunia internasional, Benjamin Graham. (X.com/@MentalidadFeroz)
  1. Antisipasi Volatilitas Pasar

Prinsip kedua adalah mengantisipasi volatilitas atau ukuran statistik tingkat fluktuasi harga pasar dan mengambil keuntungan darinya. 

Graham mengajarkan, fluktuasi harga adalah hal wajar, bahkan bisa menjadi peluang bagi investor yang sabar dan rasional.

"Ia menggambarkan situasi ini lewat tokoh imajinatif bernama “Mr. Market”, mitra bisnis yang setiap hari menawarkan harga berbeda untuk membeli atau menjual saham Anda. Kadang optimis, kadang pesimis," tulis Investopedia dalam keterangan yang sama.

Pesan Graham jelas, yakni para pegiat investasi jangan terbawa emosi Mr. Market. Investor sebaiknya tetap berpegang pada analisis objektif dan penilaian rasional terhadap nilai sebuah bisnis, bukan mengikuti arus sentimen pasar.

Baca Juga: Justin Hubner Ungkap Pernah Tolak Tawaran Klub Indonesia Sebelum Pilih Berkarier di Eropa

  1. Kenali Value Investing Diri

Prinsip ketiga adalah mengenali tipe value investing dalam diri sendiri. Graham membedakan dua tipe utama, yakni investor aktif dan investor pasif.

Investor aktif (enterprising investor) rela meluangkan waktu untuk riset mendalam demi mendapatkan imbal hasil di atas rata-rata. 

Sementara investor pasif (defensive investor) memilih strategi sederhana, misalnya berinvestasi pada indeks pasar.

Bagi investor pasif, Graham bahkan menyarankan untuk membeli 30 saham dari indeks Dow Jones sebagai strategi yang efisien dan rendah risiko. 

Baca Juga: Berkaca dari Kasus di Bali, Menkumham Tegaskan Royalti Bukan Pajak: Negara Tidak Mendapat Apa-apa

Pendekatan ini cocok untuk mereka yang tidak punya waktu memantau pasar setiap hari.

Pada akhirnya, dengan disiplin dan kesabaran, Graham membuktikan pasar saham bukan sekadar ajang spekulasi. 

Bagi investor yang mau berpikir jangka panjang, prinsip-prinsipnya tetap relevan dan bisa menjadi panduan sepanjang masa.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X