“Saya akan random, kita lihat. Paling penting distorsi ke pasar hilang, jadi barang-barang itu nggak ada lagi,” tegasnya.
Dorong Industri Tekstil dan Busana Muslim
Purbaya juga bertekad memperkuat industri tekstil dalam negeri, terutama busana muslim, yang menurutnya masih banyak dikuasai produk impor asal China. Ia menilai perlu langkah tegas untuk menutup jalur ilegal yang merugikan produsen lokal.
“Kalau persaingan normal, mungkin saya nggak bisa apa-apa, tapi yang ilegal-ilegal itu saya akan beresin supaya industri lokal maju, garmen lokal maju, baju-baju ini mereka maju, jadi kita maju,” ungkapnya.
“Saya nggak akan ngasih pasar kita ke negara lain tanpa perlawanan, nanti kita panggilin. Saya harusnya ketemu pengusaha-pengusaha juga nggak lama nanti,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Karyawan Sektor Pariwisata Bergaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak PPh 21 Hingga 2026
Stimulus Ekonomi 2025: 20.000 Fresh Graduate Dapat Kesempatan Magang Bergaji UMP, Pemerintah Siapkan Rp198 Miliar
Dari Krisis ke Sukses: Perjalanan Sandiaga Uno dari Pencari Kerja jadi Pencipta Usaha
Bongkar Alasan Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty hingga Tuai Sorotan Serikat Buruh
Menkeu Purbaya Terkejut Tarif Cukai Rokok 57 Persen, Pengamat: Keterkejutan Bagian dari Gaya
Proyek Pani EMAS Diproyeksikan Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik