REDAKSI88.com - Ketua Komite Tiongkok Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KIKT), Garibaldi Thohir, meyakini bahwa penunjukan dr Irene sebagai Wakil Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Tiongkok akan semakin memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara, khususnya pada sektor investasi dan perdagangan.
Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut, menilai penempatan dr Irene di Beijing memiliki arti krusial mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang dan investasi yang strategis bagi Indonesia.
Negara tersebut tidak hanya menjadi tujuan ekspor utama, tetapi juga termasuk salah satu negara dengan realisasi investasi terbesar di Tanah Air.
“Dilantiknya dr Irene akan menjadikan hubungan ekonomi Indonesia dan China semakin erat, terutama dalam sektor investasi dan perdagangan,” ujar Boy Thohir dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Senin, (24/11/2025).
Ia menambahkan bahwa kalangan pelaku usaha di bawah Kadin siap mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperluas hubungan ekonomi dengan Tiongkok.
Dukungan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM), kemitraan dagang, hingga program sosial ekonomi lintas negara.
“Kami menyambut baik keputusan Presiden ini dan siap mendukung program pemerintah termasuk meningkatkan kemitraan dengan China,” tambah Boy.
Baca Juga: Tanggapan Mendagri atas Keluhan Pemda Mengenai Penurunan Dana Transfer
Penunjukan Wakil Dubes ini juga disambut positif oleh China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI).
Ketua CCCI, Sun Shangbin, menyebut bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara telah memiliki fondasi yang kuat melalui kolaborasi industri, investasi dua arah, dan perdagangan yang berkelanjutan.
Sun Shangbin meyakini bahwa pengalaman dr. Irene dapat turut memperkuat pertumbuhan hubungan ekonomi bilateral.
Baca Juga: Rp285 Triliun: Mengurai Kerugian Negara dari Skandal Solar Murah
“Kami yakin, dengan pengalaman dan dedikasi dr. Irene, kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara akan semakin berkembang. CCCI juga akan terus berperan sebagai fasilitator dan penghubung strategis, serta bekerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral China dan Indonesia,” ujar Sun.
Artikel Terkait
Bukan yang Terbesar, tapi yang Terpercaya: Saat AI dan Data Jadi Fondasi Baru Industri Keuangan Digital Indonesia
Membedah Utang Rp9.138 Triliun: RI Disebut Aman, Tapi Bagaimana Jika Dibanding Negara Lain?
Rp285 Triliun: Mengurai Kerugian Negara dari Skandal Solar Murah
Tanggapan Mendagri atas Keluhan Pemda Mengenai Penurunan Dana Transfer
Jasindo dan Bahana Sekuritas Perkuat Sinergi Ekosistem IFG melalui Kolaborasi Bisnis dan Literasi Keuangan