Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa penambahan posisi Wakil Dubes RI untuk Tiongkok dilakukan karena adanya peningkatan beban kerja.
Menurutnya, Tiongkok memiliki cakupan wilayah geografis yang sangat luas serta jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang besar, sehingga membutuhkan penguatan struktur kerja di Kedutaan Besar RI (KBRI).
“Banyak juga beban-beban pekerjaan yang kami kira perlu mendapatkan jabatan tambahan penguatan,” kata Sugiono. Pemerintah juga berencana membuka Konsulat Jenderal baru di Tiongkok, yang menuntut KBRI Beijing untuk meningkatkan kapasitas organisasinya.
Baca Juga: Membedah Utang Rp9.138 Triliun: RI Disebut Aman, Tapi Bagaimana Jika Dibanding Negara Lain?
Dengan mandat baru ini, dr. Irene diperkirakan akan memiliki peran strategis dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di Tiongkok.
Selain fokus pada peningkatan kolaborasi sektor perdagangan dan investasi, kehadiran Wakil Dubes juga diharapkan dapat membantu mempercepat koordinasi layanan perlindungan WNI serta pengembangan jejaring diplomatik di berbagai provinsi besar di Tiongkok.
Penunjukan ini merupakan langkah lanjutan pemerintah dalam memperluas hubungan internasional dan memastikan diplomasi ekonomi berjalan lebih efektif, seiring dengan meningkatnya interaksi bisnis antara Indonesia dan Tiongkok.***
Artikel Terkait
Bukan yang Terbesar, tapi yang Terpercaya: Saat AI dan Data Jadi Fondasi Baru Industri Keuangan Digital Indonesia
Membedah Utang Rp9.138 Triliun: RI Disebut Aman, Tapi Bagaimana Jika Dibanding Negara Lain?
Rp285 Triliun: Mengurai Kerugian Negara dari Skandal Solar Murah
Tanggapan Mendagri atas Keluhan Pemda Mengenai Penurunan Dana Transfer
Jasindo dan Bahana Sekuritas Perkuat Sinergi Ekosistem IFG melalui Kolaborasi Bisnis dan Literasi Keuangan