ekonomi

Fenomena Rojali-Rohana Bikin Mall Sepi, Ekonom Soroti Maraknya E-Commerce

Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:34 WIB
Ilustrasi fenomena Rojali-Rohana yang hangat diperbincangkan dalam dunia bisnis Tanah Air. (Freepik.com)

Redaksi88.com – Fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya-nanya (Rohana) tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku bisnis di Indonesia.

Istilah tersebut merujuk pada orang yang datang ke pusat perbelanjaan hanya untuk melihat-lihat atau bertanya kepada penjual tanpa melakukan pembelian. 

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa sepinya mall di Tanah Air disebabkan oleh maraknya Rojali dan Rohana.

Baca Juga: Budi Gunawan Sebut Kemenko Polkam Pantau Kasus Kematian Prada Lucky Namo, Singgung Kehormatan Prajurit TNI

Namun, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menilai fenomena ini bukan faktor utama. 

Menurutnya, perubahan perilaku belanja masyarakat akibat perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

“Kita lihat saat ini mal-mal sepi bukan karena Rojali-Rohana, tapi sebetulnya karena gaya hidup belanjanya kita lakukan secara online,” ujar Piter dalam konferensi pers peluncuran Laporan Riset Ekonomi Digital Indonesia di Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025.

Piter menjelaskan, maraknya digitalisasi ekonomi telah mendorong pergeseran pola belanja masyarakat. 

Baca Juga: KPK Tanggapi Laporan Nikita Mirzani soal Dugaan Suap Reza Gladys kepada Aparat

E-commerce kini menjadi pilihan utama, sehingga kunjungan ke pusat perbelanjaan fisik berkurang.

Menurutnya, tren ini justru menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Kendati mall terlihat sepi, konsumsi masyarakat terus tumbuh, namun pergeserannya lebih banyak terjadi di platform digital.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54,25 persen terhadap PDB dari sisi pengeluaran pada kuartal II-2025 tumbuh 4,97 persen secara tahunan (yoy). 

Angka ini naik tipis dibanding kuartal I-2025 sebesar 4,95 persen dan kuartal II-2024 sebesar 4,93 persen.

Baca Juga: Soal Laporan Tom Lembong Terkait Etika Hakim yang Memvonisnya, KY Janjikan Tindak Lanjut

Halaman:

Tags

Terkini