Namun, suku bunga yang tinggi juga meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas, yang berpotensi menekan harga emas di pasar.
Analis dari Julius Baer, Carsten Menke, memperkirakan ekonomi AS akan lebih kuat pada 2025.
“Hal ini kemungkinan akan memberikan ruang lebih sedikit bagi pemangkasan suku bunga, sehingga memberikan angin yang lebih lemah bagi harga emas,” jelasnya.
Baca Juga: Terkuak! Inilah Luas Lahan yang Dilepaskan PT Agricinal Berdasarkan Pernyataan Resmi Tahun 2020
Logam Mulia Lainnya Ikut Terseret Turun
Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Harga perak spot turun 1,3 persen ke US$ 30,5 per ons.
Platinum turun 0,9 persen menjadi US$ 915,8 per ons, sementara palladium melemah 1,9 persen ke US$ 951,8 per ons. Ketiga logam mulia ini diperkirakan akan mencatat kerugian mingguan.***