Kekosongan Dubes AS di Tengah Kebijakan Tarif Resiprokal Trump: Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia?

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 11 April 2025 | 18:00 WIB
Kekosongan tarif respirokal Trump berdampak ke Indonesia. (instagram.com/realdonaldtrump)
Kekosongan tarif respirokal Trump berdampak ke Indonesia. (instagram.com/realdonaldtrump)

Sebelum pertemuan bilateral dengan AS, Indonesia akan berdiskusi dengan pemimpin ASEAN pada 10 April 2025 guna menyamakan persepsi. 

Pemerintah juga telah merancang empat strategi utama diantara adalah perjanjian Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang ditandatangani pada 1996 dinilai sudah tidak relevan.

Indonesia akan mendorong pembaruan kesepakatan ini agar mencakup isu-isu perdagangan terkini.

Baca Juga: Kisah Pilu Calon Pengantin Usai Tunangannya Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Umroh di Gresik: Dia Bilang ‘Aku Berangkat’

Pemerintah berencana melonggarkan aturan Non-Tariff Measures (NTMs), termasuk persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor TIK, serta mengevaluasi larangan ekspor-impor tertentu.

Indonesia siap memperbesar pembelian produk AS, termasuk minyak dan gas bumi, untuk menyeimbangkan defisit perdagangan.

Pemerintah akan memberikan keringanan bea masuk, PPh impor, dan PPN impor untuk produk AS guna mendorong impor sekaligus menjaga daya saing ekspor Indonesia.

"Kami berupaya meningkatkan volume perdagangan yang mencapai $18 miliar, termasuk impor gandum, katun, dan migas dari AS," papar Airlangga.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X