New Delhi menilai kebijakan itu sebagai bentuk tekanan politik karena India masih membeli energi dari Rusia.
"Sangat jelas bahwa negara-negara yang mengkritik India juga melakukan perdagangan dengan Rusia," bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri India, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 7 Agustus 2025.
India juga menekankan, pembelian minyak dari Rusia merupakan kebutuhan nasional yang vital.
Mereka menyebut situasi ini berbeda dengan negara-negara Barat yang melakukan hal serupa tanpa kebutuhan mendesak.
Hingga kini, pengenaan tarif tambahan terhadap India dikhawatirkan dapat memicu ketegangan baru dalam hubungan bilateral antara kedua negara, yang selama ini cukup erat dalam bidang teknologi, pertahanan, dan perdagangan.***
Artikel Terkait
Viral! Dugaan Kericuhan Aksi Bela Rakyat Pati Soal Kenaikan Tarif Pajak 250 Persen, Satpol PP Bubarkan Posko dan Sita Ratusan Dus Air Mineral
Pengguna Skutik Wajib Tahu, Ini Perbedaan Oli Gardan dan Oli Mesin Motor Matic serta Waktu Penggantiannya
Datangi Bareskrim untuk Tes DNA, Lisa Mariana: Semoga Lancar dan Tidak Ada Rekayasa
Ridwan Kamil Jalani Tes DNA, Pengacara Sebut Dua Sampel Diambil: Proses Berjalan Baik dan Transparan
Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,12 Persen, Istana: Pemerintah Itu Jujur Mengeluarkan Data