Namun, KBRI Kuala Lumpur menyatakan belum menerima notifikasi kekonsuleran atas penangkapan tersebut. Sebagai respons, KBRI telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Pemerintah Malaysia untuk meminta penjelasan dan akses kekonsuleran bagi WNI yang ditahan.
Baca Juga: Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Seharga Rp 6.500, Kesejahteraan Petani Harus Meningkat
Komitmen Investigasi Transparan
Pada Kamis (31/1), KBRI Kuala Lumpur bertemu dengan Kepala Polis Kontinjen Selangor untuk membahas kasus ini. Pihak kepolisian Malaysia berkomitmen melakukan penyelidikan yang menyeluruh, cepat, dan transparan, termasuk terhadap petugas APMM yang terlibat.
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya investigasi terkait kasus ini.
"Iya, itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi," kata Prabowo usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Jakarta, Kamis (30/1).
Baca Juga: Penyakit yang Merenggut Nyawa Barbie Hsu Pemeran Shan Cai, Flu Bisa Berkembang Menjadi Pneumonia
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa proses pengumpulan keterangan masih berlangsung.
"Karena semuanya masih dalam proses pengumpulan keterangan," ujar Sugiono pada Minggu (2/2) usai menghadiri peresmian Jakarta Murugan Temple di Jakarta Barat.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kasus ini dan menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja migran di luar negeri.***
Artikel Terkait
Ketua MPR Soroti Perbaikan Program MBG dari Presiden Prabowo, Termasuk Porsi Makanan
Penyakit yang Merenggut Nyawa Barbie Hsu Pemeran Shan Cai, Flu Bisa Berkembang Menjadi Pneumonia
Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Seharga Rp 6.500, Kesejahteraan Petani Harus Meningkat
Prabowo Sidak ke Dapur Umum Program Makan Bergizi Gratis di Rawamangun
Fakta Terkini Kasus Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik OI oleh Iwan Fals
Dugaan Korupsi, Kejari Lebong Gerebek Kantor PUPR-Hub dan BKD, Sejumlah Dokumen Diamankan