PM Anwar Ibrahim Minta Insiden Penembakan WNI Tak Ganggu Hubungan Indonesia dan Malaysia

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Rabu, 5 Februari 2025 | 16:58 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo.  (Instagram.com/kemensetneg.ri)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo. (Instagram.com/kemensetneg.ri)

Berbicara dalam acara minum teh Tahun Baru Imlek di SJK (C) Chong Wha Kanthan Baru pada Jumat, 31 Januari 2025, Anwar menyoroti perbedaan sudut pandang yang muncul di kedua negara.

“Insiden tersebut bermula dari tudingan bahwa warga negara Indonesia dianiaya oleh pihak berwenang Malaysia sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang luka-luka,” ujarnya.

Selain itu, Anwar juga menyoroti bagaimana insiden ini diberitakan secara berbeda di masing-masing negara.

“Media lokal di sini memberitakan bahwa ini terkait dengan sindikat penyelundupan ilegal, sedangkan di Indonesia, tindakan kami digambarkan melanggar hukum dan tidak manusiawi,” tambahnya.

Baca Juga: Update Kondisi Korban Penembakan WNI di Malaysia, Satu Orang Masih Belum Teridentifikasi

Anwar Ibrahim Minta Indonesia Tangani Masalah Perbatasan

Selain menyoroti perbedaan perspektif, Anwar Ibrahim juga mengangkat isu penyelundupan yang terus meningkat di wilayah perbatasan antara Malaysia dan Indonesia.

Ia meminta pemerintah Indonesia untuk lebih serius dalam mengatasi perdagangan manusia, narkotika, dan barang ilegal yang melibatkan jalur perbatasan kedua negara.

Menurutnya, kejadian seperti ini harus menjadi perhatian bersama agar hubungan baik Indonesia-Malaysia tetap terjaga dan insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Langkah-langkah strategis perlu dilakukan oleh kedua pemerintah untuk mencegah potensi konflik yang berulang di masa mendatang.

Baca Juga: Menyoal Penembakan 5 WNI di Malaysia, Presiden Prabowo Wanti-wanti WNI untuk Tidak Masuk Negara Asing Secara Ilegal

Respon Anwar Ibrahim terhadap Permintaan Transparansi Prabowo

Menanggapi pernyataan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta Malaysia melakukan investigasi secara transparan, Anwar menegaskan bahwa pemerintahannya akan memastikan proses penyelidikan dilakukan secara terbuka.

Ia juga menekankan bahwa tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam proses ini.

“Saya mengetahui pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang juga meminta pengusutan menyeluruh,” kata Anwar.

“Indonesia adalah teman kami, dan saya jamin penyelidikan ini akan transparan dan menyeluruh. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi,” tambahnya.

Laporan awal hasil penyelidikan direncanakan akan segera dikirimkan kepada KBRI Kuala Lumpur untuk ditinjau lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X