Tragedi Penembakan WNI di Malaysia, Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata Mencuat

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Rabu, 5 Februari 2025 | 20:18 WIB
Foto ilustrasi narkoba, dugaan penyelundupan narkoba atau senjata ke Malaysia. (Unsplash/GRAS GRUN)
Foto ilustrasi narkoba, dugaan penyelundupan narkoba atau senjata ke Malaysia. (Unsplash/GRAS GRUN)

"Semakin kami menyelidiki, semakin terlihat pola yang mengarah pada kemungkinan penyelundupan narkoba atau senjata," ujarnya.

"Kami tidak menutup kemungkinan bahwa investigasi ini akan berkembang ke pelanggaran lain yang lebih luas," tambah Saifuddin.

Selain itu, pihak berwenang Malaysia telah menangkap seorang WNI yang diduga berperan sebagai transporter dalam kasus ini.

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Minta Insiden Penembakan WNI Tak Ganggu Hubungan Indonesia dan Malaysia

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 1 Februari 2025 malam oleh aparat keamanan Malaysia di lokasi yang tidak disebutkan.

Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa tersangka berusia 35 tahun dan masuk sebagai turis.

"Tersangka masuk ke Malaysia sebagai turis dan kini ditahan untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut," ungkap Hussein.

Menteri Saifuddin menjelaskan bahwa tersangka memiliki peran sebagai transporter yang memfasilitasi keluar-masuknya individu tanpa dokumen.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, pria ini memiliki peran sebagai transporter yang terkait dengan kapal yang dikejar oleh APMM," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo dan Jusuf Kalla Santap Siang, Bahas Gabah hingga Stok Pangan Jelang Ramadan

Sementara itu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto meminta Malaysia agar melakukan penyelidikan yang transparan terkait insiden ini.

"Tentu kita berharap ada investigasi yang menyeluruh," ujar Prabowo dalam pernyataannya di The Tribrata, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2025.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, merespons permintaan Presiden Prabowo dengan menjamin bahwa penyelidikan akan transparan.

"Saya mengetahui permintaan Presiden Prabowo Subianto, dan saya pastikan investigasi ini dilakukan secara menyeluruh," ungkap Anwar.

"Indonesia adalah mitra penting kami, dan saya tegaskan tidak ada hal yang akan ditutup-tutupi dalam kasus ini," tambahnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X