Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menilai pengakuan politik negara-negara Barat tidak akan mengubah status Palestina. Ia bahkan mengaitkan keputusan itu dengan serangan 7 Oktober 2023 lalu.
“Saya punya pesan yang jelas bagi para pemimpin yang mengakui negara Palestina setelah pembantaian mengerikan pada 7 Oktober: Anda memberikan imbalan besar kepada teror,” kata Netanyahu, dikutip AFP, Senin (22/9/2025).
Ia menegaskan, “Tidak akan ada negara Palestina yang didirikan di sebelah barat Sungai Yordan.”***