Kebijakan Dedi Mulyadi Disorot! Siswa Nakal Dikirim ke TNI, Pengamat Pendidikan Sebut Konsepnya Belum Jelas

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 2 Mei 2025 | 14:10 WIB
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim (kiri) dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (kanan).  (YouTube.com / Dua Sisi TVOne - Instagram.com/@dedimulyadi71)
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim (kiri) dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (kanan). (YouTube.com / Dua Sisi TVOne - Instagram.com/@dedimulyadi71)

Redaksi88.com – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim siswa nakal ke barak militer TNI kini menjadi perbincangan hangat.

Sebelumnya, Dedi mengungkapkan bahwa program tersebut telah mulai dilaksanakan dengan mengirim sejumlah siswa ke barak militer di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Kamis, 1 Mei 2025, Dedi menyatakan bahwa orang tua siswa nakal tersebut telah memberikan izin untuk mengikuti program pembinaan selama 6 bulan di barak militer.

Baca Juga: Pasca Viral Siswa yang Bersihkan Sungai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Lebih Baik Ketimbang Urusin Wisuda

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari pengamat pendidikan sekaligus Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim.

Salim mempertanyakan konsep dan tujuan dari program yang digagas Dedi tersebut.

"Konsepnya belum jelas ini, militer atau pembinaan kesadaran bela negara, atau sekadar pelatihan," ujar Salim, seperti dilansir dari program Dua Sisi TVOne yang tayang pada Kamis, 1 Mei 2025.

Menurutnya, jika hanya berupa pelatihan biasa, program serupa sudah sering dialami oleh siswa SMA dan SMP.

Baca Juga: Kemenkeu Beberkan Rencana Tunjangan Guru ASN Daerah 2025 Capai Rp66,92 Triliun, Ini Skema Penyalurannya

"Kalau hanya sekadar pelatihan, ini sudah sering dirasakan oleh alumni SMA, SMP, sering LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)," jelasnya.

Salim juga menyoroti durasi program yang dinilai terlalu lama.

"Saya juga sering dulu ikut LDKS, itu programnya tidak sampai 6 bulan apalagi setahun," katanya.

"Itu efektif untuk belajar baris-berbaris, belajar wawasan kebangsaan," tambahnya.

Lebih lanjut, Salim mempertanyakan nasib kurikulum pendidikan yang akan ditinggalkan siswa selama mengikuti program tersebut.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X