Kemendikbudristek Buka Suara Soal Viralnya Meme Prabowo-Jokowi: Pentingnya Peran Kampus dalam Pembentukan Karakter dan Integritas Mahasiswa

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 13 Mei 2025 | 16:00 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat memberikan tausiyah dalam peringatan Nuzulul Quran Kemendikdasmen RI. (Instagram/brian_yuliarto)
Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat memberikan tausiyah dalam peringatan Nuzulul Quran Kemendikdasmen RI. (Instagram/brian_yuliarto)

REDAKSI88.com – Kontroversi meme yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berciuman terus menjadi sorotan publik belakangan ini.

Konten tersebut dibuat oleh seorang mahasiswi ITB dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) berinisial SSS, yang kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri dan sempat ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Namun, penahanannya kemudian ditangguhkan mengingat statusnya sebagai mahasiswa yang masih harus menjalani perkuliahan.

Baca Juga: Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo-Jokowi Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara dan Denda Miliaran Rupiah

Merespons hal ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) turut memberikan tanggapan.

Kementerian ini menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan pembinaan dalam menyelesaikan kasus tersebut, alih-alih hanya mengedepankan sanksi hukum.

“Kemendikbudristek menilai bahwa proses klarifikasi dan bimbingan etis di lingkungan akademik menjadi ruang yang lebih tepat untuk menanamkan kesadaran, tanggung jawab, dan kedewasaan dalam berekspresi,” jelas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan resminya pada Senin, 12 Mei 2025.

Baca Juga: Amnesty Indonesia Kecam Penangkapan Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo-Jokowi, Sebut Bentuk Represi Kebebasan Berekspresi

Lebih lanjut, Brian menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa, termasuk menanamkan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab.

“Pendidikan tinggi harus menjadi ruang tumbuh yang aman dan bermakna, bukan hanya untuk penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk integritas, kepekaan sosial, serta literasi digital yang beretika dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Kasus meme Prabowo-Jokowi ini memicu perdebatan di kalangan publik. Sebagian pihak mendukung penyelesaian secara hukum, sementara yang lain melihatnya sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan kritik sosial.

Baca Juga: Istana Tegaskan Prabowo Tak Laporkan Mahasiswi ITB Pembuat Meme Kontroversial

Istana Presiden sendiri telah memberikan respons melalui Juru Bicara Kepresidenan Hasan Nasbi, yang menyatakan bahwa pemerintah menghormati proses hukum jika memang terdapat pelanggaran, namun sekaligus mengimbau agar mahasiswa tersebut diberikan pembinaan.

“Kalau ada pasal-pasalnya, kami serahkan ke polisi,” ujar Hasan dalam keterangannya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025).

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X