Yusril Bantah Keras Isu Perundingan Rahasia RI-Israel Terkait Keanggotaan OECD

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 30 Mei 2025 | 11:11 WIB
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra.  (Instagram.com / @yusrilihzamhd)
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra. (Instagram.com / @yusrilihzamhd)

Baca Juga: Menaker Yassierli Resmi Hapus Syarat Usia dalam Lowongan Kerja

Yusril menegaskan, pencalonan Indonesia untuk menjadi anggota OECD sepenuhnya didasarkan pada kepentingan strategis nasional, tanpa melibatkan pihak Israel dalam bentuk apa pun.

Dalam kesempatan itu, Yusril juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dengan satu syarat penting.

"Israel harus terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina,” tegas Yusril.

“Barulah Indonesia mempertimbangkan membuka hubungan diplomatik dengan Israel," Yusril melanjutkan.

Sebelumnya, Ynet telah beberapa kali memberitakan dugaan adanya pendekatan Indonesia dengan Israel sebagai bagian dari strategi menjadi anggota OECD. 

Baca Juga: IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan demi Ketenangan saat Libur Panjang

Bahkan media itu mengklaim bahwa sejak 2024 telah berlangsung perundingan tertutup antara delegasi dari kedua negara dan perwakilan OECD.

Pada 28 Mei 2025, Ynet juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menyatakan kemungkinan hubungan diplomatik dapat dibuka, asalkan Israel mengakui Palestina sebagai negara merdeka.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X