Baca Juga: Menaker Yassierli Resmi Hapus Syarat Usia dalam Lowongan Kerja
Yusril menegaskan, pencalonan Indonesia untuk menjadi anggota OECD sepenuhnya didasarkan pada kepentingan strategis nasional, tanpa melibatkan pihak Israel dalam bentuk apa pun.
Dalam kesempatan itu, Yusril juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dengan satu syarat penting.
"Israel harus terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina,” tegas Yusril.
“Barulah Indonesia mempertimbangkan membuka hubungan diplomatik dengan Israel," Yusril melanjutkan.
Sebelumnya, Ynet telah beberapa kali memberitakan dugaan adanya pendekatan Indonesia dengan Israel sebagai bagian dari strategi menjadi anggota OECD.
Baca Juga: IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan demi Ketenangan saat Libur Panjang
Bahkan media itu mengklaim bahwa sejak 2024 telah berlangsung perundingan tertutup antara delegasi dari kedua negara dan perwakilan OECD.
Pada 28 Mei 2025, Ynet juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menyatakan kemungkinan hubungan diplomatik dapat dibuka, asalkan Israel mengakui Palestina sebagai negara merdeka.***
Artikel Terkait
Kemenag Pastikan Proses Visa Jemaah Calon Haji 2025 Sudah Ditutup
Warga Sukabumi Diundang Kerajaan Arab Saudi Naik Haji Berkat Ketulusan Merawat Masjid
Menaker Yassierli Resmi Hapus Syarat Usia dalam Lowongan Kerja
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Marah Saat Acara Nganjang Ka Warga Subang karena Ulah Suporter Persikas
Anggota Satlantas Polres Jayawijaya Jadi Korban Penembakan OTK