Redaksi88.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu ti, mengajukan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp14,4 triliun.
Usulan itu salah satunya ditujukan untuk meningkatkan insentif bagi guru honorer atau non-ASN.
Pengajuan tersebut disampaikan Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Agustus 2025.
Rapat tersebut juga membahas alokasi anggaran pendidikan untuk tahun 2026.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Perjadin DPRD 2023, Kejari Bengkulu Utara Tetapkan Tiga Tersangka Baru
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menetapkan anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp757,82 triliun.
Dari total dana tersebut, Kemendikdasmen mendapat pagu indikatif Rp55 triliun atau sekitar 7 persen.
Namun, menurut Mu’ti, angka itu belum cukup untuk menutupi berbagai kebutuhan program prioritas.
“Dengan pagu anggaran sebesar Rp 55 triliun, masih banyak rencana program dan kegiatan yang belum dapat terbiayai,” ujarnya.
Baca Juga: Di Hadapan DPR, Wamendagri Sebut PBB-P2 Masih Jadi Andalan Utama PAD
“Oleh karena itu, kami mengusulkan kembali tambahan anggaran sebesar Rp14,4 triliun untuk membiayai sebagian usaha program dan kegiatan yang paling prioritas,” jelasnya.
Mu’ti menuturkan, tambahan anggaran itu nantinya akan diarahkan pada sejumlah program penting.
Salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin di tingkat SD dan SMP.
Mu’ti lalu menjelaskan, terdapat rencana peningkatan besaran bantuan bagi siswa penerima PIP.
Artikel Terkait
Food Tray MBG yang Impor dari China Diduga Mengandung Babi, IPNU Desak Pemerintah Tuk Pakai Produk Lokal
Libatkan TNI dalam Pengamanan Demo 25 Agustus di DPR, Polri Sebut Sudah Sesuai SOP
Bahlil: Tahun Depan Beli Gas 3 Kg Harus Pakai NIK
Di Hadapan DPR, Wamendagri Sebut PBB-P2 Masih Jadi Andalan Utama PAD
Dugaan Korupsi Perjadin DPRD 2023, Kejari Bengkulu Utara Tetapkan Tiga Tersangka Baru