Redaksi88.com – Presenter kondang sekaligus mantan anggota DPR RI, Tantowi Yahya, buka suara soal tuntutan mundur terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang baru saja dilantik.
Lewat unggahannya di Instagram, Tantowi menyebut belum ada pejabat seperti Purbaya yang belum genap 24 jam menjabat sudah mendapat tuntutan untuk turun dari kursi jabatan.
“Bukan karena kinerjanya tapi karena ucapan dan gaya bicaranya, Purbaya sebagai Menkeu baru habis dirujak publik,” tulis Tantowi dalam caption unggahannya pada Kamis, 11 September 2025.
Tantowi menyinggung bahwa meski Purbaya telah meminta maaf dan menyebut dirinya memiliki gaya ‘koboi,’ sikap yang sama tetap terlihat dalam rapat kerja perdana dengan Komisi XI DPR RI.
“Raker pertamanya dengan Komisi XI DPR RI tanggal 10 September 2025 ternyata mempertegas siapa dirinya. Purbaya kembali bicara apa adanya, tanpa basa-basi dan rasa takut karena tahu betul apa yang harus dia lakukan sebagai menteri keuangan, jabatan teramat ‘sakral’ di negeri ini,” imbuhnya.
Menurut Tantowi, gaya bicara lugas Purbaya itu membuat sebagian orang di sekitarnya merasa tidak nyaman.
Baca Juga: Ekonom Senior Fuad Bawazier: Soal Tuntutan Rakyat, Menyelesaikan Masalah Memerlukan Waktu
“Para wamen (wakil menteri) dan pejabat eselon 1 yang mendampinginya terlihat tidak nyaman, bahkan barangkali ada yang dongkol dengan pilihan Presiden ini hehe,” tambahnya.
Meski demikian, Tantowi menilai gaya komunikasi Purbaya justru menjadi sesuatu yang baru dalam dunia pemerintahan.
Bahkan, Tantowi menyebut gaya bicara Purbaya tidak memperlihatkan dirinya sebagai seorang ekonom.
“Dia (Purbaya) bicara bahasa pasar, tempat dia dibesarkan. Sepertinya memang pasar lah yang harus dijadikan prioritas sekarang ini, angka-angka ekonomi dan statistik bisa jadi menggembirakan tapi kondisi pasar bicara sebaliknya,” kata anggota DPR RI periode 2009–2014 itu.
Lebih lanjut, Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa Purbaya mampu memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia dan meminta masyarakat untuk menantikan kinerjanya di masa depan.
Artikel Terkait
Awal Mula Kerusuhan Kathmandu, Nepal: Skandal Korupsi, Revolusi Gen Z hingga Larangan Medsos
Nepo Kids: Gaya Hidup Mewah Anak Pejabat yang Menyulut Gelombang Reformasi di Nepal
Demo Nepal 2025: Ketimpangan Ekonomi, 10 persen Orang Kaya Kuasai Pendapatan 3 Kali Lipat dari Warga Miskin
Soroti Sulitnya Warga RI Cari Kerja, Menkeu Purbaya Sebut Penyebabnya Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI
Ekonom Senior Fuad Bawazier: Soal Tuntutan Rakyat, Menyelesaikan Masalah Memerlukan Waktu