REDAKSI88.com – Demonstrasi besar-besaran di Kathmandu berujung kericuhan dengan serangan terhadap gedung parlemen Nepal pada Rabu, 10 September 2025.
Militer Nepal melaporkan sedikitnya 27 orang ditangkap dalam kerusuhan yang berlangsung sejak Selasa, 9 September hingga Rabu pagi, 10 September 2025.
Sejumlah peserta aksi dituding melakukan penjarahan, pembakaran, serta tindakan anarkis lain di Kathmandu dan beberapa daerah sekitarnya.
Baca Juga: Gubernur Bali Koster Sebut 2 Korban Tewas dan 4 Orang Hilang Akibat Banjir Besar di Denpasar-Badung
“Uang tunai hasil jarahan sebesar NPR 3,37 juta (sekitar Rp393 juta) berhasil kami sita dari para tersangka,” demikian keterangan resmi Angkatan Darat Nepal yang dikutip The Himalayan Times, Rabu, 10 September 2025.
Kerusuhan juga menimbulkan korban luka. Sedikitnya 24 polisi Nepal serta tiga warga sipil dirawat di rumah sakit militer akibat bentrokan. Aparat bahkan harus mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api di sejumlah titik.
Aksi ini diduga dipicu kemarahan publik atas skandal korupsi berkepanjangan dan kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan media sosial.
Pada Selasa, 9 September 2025, ribuan anak muda Nepal turun ke jalan dalam aksi yang dijuluki “Revolusi Gen Z.” Mereka menuntut perubahan politik, pemberantasan korupsi, serta pencabutan blokir media sosial.
Namun, aksi berubah menjadi tragedi setelah aparat menembakkan gas air mata, meriam air, bahkan peluru tajam. Sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas, sementara gedung parlemen hingga Hotel Hilton di Kathmandu menjadi sasaran amukan massa.
Situasi kian memanas hingga akhirnya Perdana Menteri Sharma Oli dan Presiden Ram Chandra Paudel memilih mengundurkan diri.
Salah satu pemicu utama kemarahan adalah kebijakan pemerintah yang memblokir 26 platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, dan X.
Artikel Terkait
Kemlu RI Intensifkan Koordinasi dengan Peru, Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus Kematian Staf KBRI Zetro Leonardo
Menkeu Purbaya Ungkap Arahan Presiden Percepat Ekonomi Nasional, Aturan Fiskal Bakal Dilonggarkan
RUU Perampasan Aset Dibahas, DPR sebut Publik Diminta Kawal Isi Bukan Sekadar Tahu Judul
Gubernur Bali Koster Sebut 2 Korban Tewas dan 4 Orang Hilang Akibat Banjir Besar di Denpasar-Badung
200 Pedagang di Denpasar Rugi Akibat Dagangannya Terseret Banjir, Gubernur Koster Janji Ganti Rugi Lewat APBD
Djuyamto Akui Terima Suap Rp40 Miliar dalam Skandal Vonis Lepas CPO, Berharap Jadi Hakim Terakhir yang Terjerat