Redaksi88.com – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setibanya di Tanah Air usai lawatan ke luar negeri, Prabowo langsung menegaskan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama sejumlah pejabat terkait untuk membahas persoalan tersebut.
"Saya baru dari luar negeri 7 hari saya monitor ada perkembangan itu,” kata Prabowo kepada awak media di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 27 September 2025.
Baca Juga: Komite Reformasi Polri: Harapan Baru atau Formalitas Belaka?
“Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan berapa pejabat, kita akan diskusikan," imbuhnya.
Masalah Besar yang Harus Segera Ditangani
Prabowo mengakui dugaan keracunan akibat program MBG merupakan persoalan besar.
Kendati demikian, ia optimistis pemerintah mampu menemukan solusi yang tepat dan menanganinya dengan baik.
"Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal, tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik," ujarnya.
Prabowo juga menekankan bahwa tujuan utama program MBG tak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, program ini hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang layak.
Peringatan agar Tidak Dipolitisasi
Dalam keterangannya, Prabowo mengingatkan semua pihak untuk tidak menjadikan kasus ini sebagai bahan politisasi.
Ia menegaskan bahwa semangat MBG adalah murni demi kepentingan anak-anak bangsa, terutama mereka yang masih kesulitan mengakses makanan bergizi.
"Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi, tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan,” tegasnya.
Baca Juga: Kasus Dana Desa di Bengkulu Utara: Kantor Desa Lebong Tandai Digeledah Jaksa
Artikel Terkait
Ustaz Khalid Basalamah Paling Tahu Siapa Oknum Kemenag yang Terlibat Korupsi Kuota Haji 2024, Begini Kata KPK
Respons BGN soal Menu Ikan Hiu Diduga Penyebab Keracunan di Kalbar, Sebut Kearifan Lokal dan Tumpang Tindih Kasus Alergi
Ingar Kasus Keracunan Massal, Dapur ‘Ngebul’ MBG Dinilai Bikin Sepi Kantin Sekolah
Tangis Permintaan Maaf Nanik Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG
Komite Reformasi Polri: Harapan Baru atau Formalitas Belaka?