“Sujud itu yang tadi pagi. Iya itu yang hitam, yang sebelahan sama HK (di sektor A1 atau bagian depan reruntuhan),” ucap Bramantyo.
Tim SAR kemudian kembali menemukan korban selamat berinisial WH pukul 16.05 WIB, PTRA pada 18.02 WIB, FTH pada 18.40 WIB, serta RSI pada pukul 20.22 WIB.
Korban Selamat Dirujuk ke RSUD RT Notopuro
Diketahui, para korban selamat itu kini dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan pertolongan. Terutama SF yang mengalami cedera fraktur atau patah tulang.
"RSI dalam kondisi selamat namun membutuhkan penanganan khusus terkait yang bersangkutan oleh tim medis Dan dirujuk ke rumah sakit umum. Kemungkinan ada fraktur," ungkap Bramantyo.
Di sela menyelamatkan korban selamat, petugas juga mengevakuasi satu korban tewas yang belum diketahui identitasnya pada pukul 18.17 WIB.
"Kemudian sudah dibawa ke Rumah Sakit Siti Hajar dalam proses identifikasi DVI karena dalam kondisi hitam," katanya.
Lima korban yang ditemukan sore hingga Rabu malam ini, kata Bramantyo, seluruhnya dievakuasi dari sektor A4 atau sektor baru di sisi kanan depan reruntuhan beton.
Cerita Kakak yang Sempat Tolong Adiknya dari Reruntuhan
Dalam kesempatan yang berbeda, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sempat bertakziah ke rumah duka korban jiwa reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, pada Rabu, 10 September 2025.
Eri mengungkapkan detail yang ia terima dari keluarga, yang mana semua anaknya mengenyam pendidikan di Ponpes tersebut.
Wali Kota Surabaya itu menuturkan, terdapat cerita seorang kakak yang sempat menolong adiknya dari reruntuhan bangunan, namun nahas sang adik kini menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut.
“Ini adalah satu keluarga yang semua anaknya mondok di sana. Kami mendapat cerita bahwa kakaknya sempat menolong adiknya ketika reruntuhan menimpa,” ungkap Eri.
Ia menambahkan, kakak dari korban yang meninggal sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie dan kini dalam kondisi selamat, dan telah diizinkan pulang.
“Kakaknya dirawat di Rumah Sakit Soewandhi, tapi hari ini sudah pulang,” imbuh Eri.
Artikel Terkait
Eks Intel Bongkar Skandal Pendamping Desa: dari Pemutusan Sepihak, Surat ‘Partai’, hingga Kritik Mendes PDTT
Soal Guru Dapat Insentif Rp100 Ribu per Hari, Rupanya Ada Sederet Kader MBG Lainnya yang Ikut Bantu Distribusi
Aduan BGN dan BPOM ke DPR: Klaim Biang Keladi Keracunan MBG Berasal dari SPPG Tak Patuh SOP
Kolaborasi Gagal, VIVO dan APR Batal Beli BBM Pertamina: Kandungan Etanol 3,5 Persen Jadi Alasan Mundur
Wakil Ketua Komisi IX DPR Cecar BGN, Charles Honoris: Bukan Dibatasi, UPF Harus Hilang dari Menu MBG